Kompas.com - 30/12/2014, 08:18 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Trans Pacifik Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban Jawa Timur mendapat saran dari Tim Reformasi Tata Niaga Minyak dan Gas untuk memproduksi bahan bakar minyak beroktan (research octane number/RON) 92 alias Pertamax, bila kembali berproduksi.

“Tidak ada investasi. Kalau sarannya tim (Tim Anti-Mafia Migas), fokus ke RON92 (Pertamax). Fokus saja ke situ sampai pabrik ini jalan. Tidak ada investasi,” kata Riki F Ibrahim, Direktur PT Tuban Petrochemical Industries, perusahaan induk TPPI, di Jakarta, Senin (29/12/2014) malam.

Usai bertemu dengan Tim-Anti Mafia Migas--rebutan lain untuk Tim Reformasi Tata Niaga Migas--Riki mengatakan TPPI memang sudah satu tahun tak berproduksi. Namun, kata dia, Pemerintah melalui PT Pertamina tak butuh banyak investasi untuk menghidupkannya lagi.

Dalam posisi "mati suri", kata Riki, kilang tetap dirawat demikian pula penggajian pegawai tetap dipenuhi. “Terus berdarah-darah kami lakukan itu. Untuk apa? Agar aset negara kita jaga,” imbuh dia.

Riki enggan menyebutkan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika Pertamina ingin mengakuisisi PT Tuban Petrochemical Industries. Namun yang jelas, investasi yang dibutuhkan untuk membangun kilang selevel TPPI setidaknya butuh dana sekitar 2,4 miliar dollar AS--sekitar Rp 30 triliun.

“Itu investasinya untuk membangun itu (TPPI). Tapi kalau mengakuisisi PT Tuban Petrochemical Industries, tidak sebesar itu. Dan Pertamina sudah mendapatkan TPPI mayoritas, Polytama, dan juga PON. PON udah memberikan dividen kepada pemerintah,” jelas Riki.

Ditemui di tempat sama, Ketua Tim Anti-Mafia Migas Faisal Basri menyebutkan kilang TPPI bisa segera diambil alih oleh Pertamina. Dari penjelasan Riki, ujar dia, pemilik lama tak lagi terlibat dalam manajemen TPPI.

Pemilik lama TPPI adalah Honggo Wendratmo. Jika kilang ini bisa kembali berproduksi, kata Faisal, pasokan Pertamax dari dalam negeri bisa bertambah hingga 46.000 barrel per hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Whats New
BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

BUMN Berdikari Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Tarif Listrik Orang Kaya Naik, Sri Mulyani Jamin Daya Beli Masyarakat dan Inflasi Terjaga

Whats New
Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Berpulang, Mentan SYL Ungkapkan Duka Mendalam

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 61 Triliun dari 'Tax Amnesty' Jilid II

Pemerintah Kantongi Rp 61 Triliun dari "Tax Amnesty" Jilid II

Whats New
Insurtech Bakal Dongkrak Penetrasi Asuransi, Kenapa?

Insurtech Bakal Dongkrak Penetrasi Asuransi, Kenapa?

Whats New
Bank Indonesia Ulang Tahun Ke-69, Ini Pesan Gubernur BI

Bank Indonesia Ulang Tahun Ke-69, Ini Pesan Gubernur BI

Whats New
AAJI Dorong Investasi Industri Asuransi ke ESG

AAJI Dorong Investasi Industri Asuransi ke ESG

Whats New
BI Perkirakan Nilai Tukar Rupiah Tahun Ini di Kisaran Rp 14.300-14.700 Per Dollar AS

BI Perkirakan Nilai Tukar Rupiah Tahun Ini di Kisaran Rp 14.300-14.700 Per Dollar AS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.