Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalla Group-Pertamina Bangun LNG Receiving Terminal

Kompas.com - 08/01/2015, 10:11 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Lewat anak usahanya, PT Bumi Sarana Migas (BSM), Kalla Grup menggandeng PT Pertamina membangun proyek LNG Receiving Terminal di Banjarnegara Pulosari Pandeglang, Banten. Mereka akan membuat perusahaan patungan dalam pembangunan terminal penyimpanan gas alam cair.

Direktur Pertamina Yenni Andayani mengatakan, PT Bumi Sarana Migas menawarkan kerjasama pembangunan LNG Receiving Terminal sejak awal tahun 2014. Dengan pertimbangan sejalan dengan rencana bisnis, Pertamina menyambut tawaran itu.

"Kami memang sudah menargetkan membangun LNG Receiving Terminal di bagian barat pulau Jawa," ungkap Yenni ke Kontan, Minggu (4/1/2015).

Dari situlah, kata Yenni, terbetik usulan untuk membentuk perusahaan patungan antara Pertamina dan Bumi Sarana. Perusahaan ini kelak akan menggarap proyek terminal LNG berkapasitas 500 million standard cubic feet per day (mmscfd), setara 4 juta ton LNG.

Namun, hingga kini, rencana ini masih dalam negosiasi. "Belum ada nota kesepahaman," kata Yenni. Termasuk besaran investasi proyek ini. Sebagai gambaran, pembangunan proyek Kilang LNG Bontang berkapasitas 2 juta ton memerlukan investasi sebanyak Rp 3,4 triliun.

Bila kapasitas LNG Banten dua kali lipat dari Bontang, proyek ini akan menghabiskan biaya investasi sebesar Rp 6,8 triliun. Pertamina berharap pembangunan LNG Receiving Terminal Banten ini bisa mulai kuartal IV 2015 ini. Sebab, terminal LNG ini untuk menampung gas alam cair dari Kilang Bontang serta LNG impor asal Amerika Serikat sebesar 1,5 juta ton setahun.

Jika proyek terwujud, terminal ini untuk memenuhi kebutuhan LNG di kawasan Jawa Barat. Makanya, "Pertamina juga akan membangun jaringan pipa transmisi dan distribusi dari terminal ke konsumen," ujar Yenni.

Sayangnya, Corporate Communication Kalla Group Andi Asmir belum bisa mengungkap lebih jelas bisnis ini, termasuk sumber dana Bumi Sarana dalam proyek pembangunan terminal gas cair ini. "Nanti 15 Januari, kami akan konsolidasi dan menyampaikan bisnis ini," ujar Andi.

Namun, informasi yang didapat Direktur Eksekutif Energy Watch Ferdinand Hutahaean, Pertamina dan perusahan milik Wakil Presiden Jusuf Kalla ini sudah bersepakat dengan Pertamina. Salah satu isi kesepakatan adalah: "Pertamina membeli 51 persen saham Bumi Sarana," ujarnya. (Agustinus Beo Da Costa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Whats New
BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

Whats New
Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Whats New
Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Whats New
Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Whats New
Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Spend Smart
Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Whats New
Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Rilis
Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Whats New
Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Whats New
Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Whats New
Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Whats New
Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Whats New
Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Whats New
Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+