Kompas.com - 13/02/2015, 21:20 WIB
Sebagian ruas jalan Medan Merdeka Utara di depan Istana Negara tergenang, Jakarta, Senin (9/2). Curah hujan yang tinggi membuat ruas-jalan utama di pusat kota Jakarta tergenang air. KOMPAS/LASTI KURNIASebagian ruas jalan Medan Merdeka Utara di depan Istana Negara tergenang, Jakarta, Senin (9/2). Curah hujan yang tinggi membuat ruas-jalan utama di pusat kota Jakarta tergenang air.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membela PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero terkait banjir Jakarta pada 9 Februari 2015 lalu. Menurut Rini, apa yang dilakukan PLN dengan memadamkan listrik saat banjir demi keselamatan masyarakat Jakarta.

"Kami lihat keselamatan masyarakat paling utama. Yang ditakutkan PLN, kalau ini genangan air ada aliran listrik, kan bahaya," ujar Rini di Kantor BUMN, Jakarta, Jumat (13/2/2015).

Ia menerangkan, banjir yang terjadi di Jakarta, Senin lalu, memang merupakan musibah. Bahkan, Rini menyayangkan musibah yang melanda ibu kota. Terkait tudingan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada PLN, Rini enggan memperpanjang masalah.

Meski begitu kata dia, yang penting dilakukan ke depan adalah bagaimana agar trafo-trafo di gardu PLN tak tergenang air saat banjir. Sehingga, aliran listrik tetap bisa digunakan untuk menjalankan pompa menyedot air yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta.

"Tentunya pilihan utama kami adalah keselamatan masyarakat. Kami memang penting kan keselamatan. Ke depan harus pikirkan bagaiman jaringannya," kata Rini.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mengaku kesal kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mematikan aliran listrik di rumah pompa Waduk Pluit. Akibatnya, air di Kali Abdul Muis meluap hingga menggenangi kawasan ring I atau Jalan Medan Merdeka. (Baca: Kawasan Ring I Terendam Banjir, Ahok Salahkan PLN)

Menurut dia, seharusnya pada saat musim hujan seperti ini, rumah pompa di sana dijadikan lokasi vital yang tidak dapat dimatikan aliran listriknya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir membantah pernyataan Ahok yang menyalahkan PLN atas banjir yang terjadi di kawasan Ring I, Istana Kepresidenan. Sofyan mengungkapkan, justru karena banjir itulah, aliran listrik terpaksa dimatikan sehingga membuat pompa air tak bisa berfungsi. (Baca: Bantah Ahok, Dirut PLN Ingatkan Banjir Bukan karena Listrik Mati!)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Ajak ITMG Bangun Persemaian Mentawir untuk IKN

Pemerintah Ajak ITMG Bangun Persemaian Mentawir untuk IKN

Whats New
Update Syarat Naik Kereta Api 2022 untuk Orang Dewasa dan Anak-anak

Update Syarat Naik Kereta Api 2022 untuk Orang Dewasa dan Anak-anak

Whats New
OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

Whats New
Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

Whats New
Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Whats New
Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Whats New
Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Whats New
Meraih Peluang 'Value Chain' Baterai Mobil Listrik

Meraih Peluang "Value Chain" Baterai Mobil Listrik

Whats New
Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Whats New
Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Spend Smart
Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Whats New
Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Whats New
Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Whats New
Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Whats New
Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.