Kompas.com - 13/03/2015, 12:37 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil memastikan, pemerintah tidak melakukan pembiaran terhadap pelemahan nilai tukar rupiah, demi mengejar pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia tidak punya kepentingan (dengan melemahkan rupiah). Target pertumbuhan ekonomi kita masih sesuai APBN," kata Sofyan di Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015, pertumbuhan ekonomi tahun ini dipatok 5,7 persen.

Sofyan menegaskan, pelemahan rupiah hari ini bukan disebabkan faktor-faktor domestik.

"Bukan didorong oleh pemerintah. Bahkan, BI menjaga pasar supaya swing-nya tidak terlalu besar. Saya kira kita tahu, semua negara mengalami hal yang sama akibat membaiknya ekonomi Amerika Serikat," lanjut Sofyan.

Baca juga: Rupiah Anjlok, Pemerintah Bantah Intervensi Bank Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RUPST PGN 2022 Setujui Deviden 67,8 Persen dari Laba Bersih 2021

RUPST PGN 2022 Setujui Deviden 67,8 Persen dari Laba Bersih 2021

Whats New
Antisipasi Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir Bus yang Memadai

Antisipasi Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir Bus yang Memadai

Whats New
Kala Jokowi Bandingkan Harga BBM dan Beras di Indonesia dengan Negara Lain

Kala Jokowi Bandingkan Harga BBM dan Beras di Indonesia dengan Negara Lain

Whats New
Perlunya Menciptakan Personal Branding agar Karier Cemerlang

Perlunya Menciptakan Personal Branding agar Karier Cemerlang

Earn Smart
Biografi Pablo Escobar, Bos Kartel Narkoba Terkaya Dunia

Biografi Pablo Escobar, Bos Kartel Narkoba Terkaya Dunia

Whats New
Pascainsiden Kecelakaan Kerja, PGN Jamin Layanan Gas Bumi di Medan Aman

Pascainsiden Kecelakaan Kerja, PGN Jamin Layanan Gas Bumi di Medan Aman

Rilis
Harum Energy (HRUM) Bakal Stock Split Saham dengan Ratio 1:5, Cek Jadwalnya

Harum Energy (HRUM) Bakal Stock Split Saham dengan Ratio 1:5, Cek Jadwalnya

Earn Smart
Cara Bayar PBB di ATM BRI dan Brimo dengan BRIVA

Cara Bayar PBB di ATM BRI dan Brimo dengan BRIVA

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
CIMB Niaga Finance Gelar Pameran Virtual,  Sasar Pertumbuhan Pembiayaan 2 Kali Lipat

CIMB Niaga Finance Gelar Pameran Virtual, Sasar Pertumbuhan Pembiayaan 2 Kali Lipat

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 Per Gram

Whats New
Mengintip Gaji CPNS, Alasan Ratusan Calon Mundur

Mengintip Gaji CPNS, Alasan Ratusan Calon Mundur

Work Smart
Cek Rute KRL dari Cikarang ke Jakarta via Pasar Senen atau Manggarai

Cek Rute KRL dari Cikarang ke Jakarta via Pasar Senen atau Manggarai

Whats New
Cek Rute Baru KRL Jabodetabek dan Cara Transit di Stasiun Manggarai Lengkap, Berlaku Hari Ini

Cek Rute Baru KRL Jabodetabek dan Cara Transit di Stasiun Manggarai Lengkap, Berlaku Hari Ini

Whats New
5 Saham Paling Cuan Sepekan, Ada Wir Asia hingga GoTo

5 Saham Paling Cuan Sepekan, Ada Wir Asia hingga GoTo

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.