Dikritik Faisal Basri soal Harga Premium, Ini Dalih Pertamina

Kompas.com - 03/04/2015, 13:27 WIB
MEULABOH, KOMPAS.com;
Jelang kenaikan harga BBM jenis premium di sejumlah SABU di Aceh Barat terlihat sepi tanpa ada antrian pengguna kendaraan.
KOMPAS.com/ RAJA UMARMEULABOH, KOMPAS.com; Jelang kenaikan harga BBM jenis premium di sejumlah SABU di Aceh Barat terlihat sepi tanpa ada antrian pengguna kendaraan. "Sepi yang isi BBM, memang ada kabar nanti pukul 00.00 wib naik, tapi yang ngisi tetap sepi seperti hari-hari sebelumnya" kata Edi, salah seorang pengguna roda dua kepada kompas.com, Jum'at (27/03/2015).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Pertamina (Persero) menjawab kritikan Ketua Tim Tata Kelola Migas Faisal Basri soal harga BBM RON 88 atau premium di Indonesia lebih mahal daripada BBM RON 92 di Malaysia.

Menurut Vice President Coorporate Communication Pertamina Wianda Pisponegoro, perseroan saat ini terus berusaha untuk lebih efisien. Salah satu langkahnya ialah dengan melakukan pemotongan mata rantai impor BBM.

"Saya rasa bukan hanya Pertamina yang melakukan upaya efisiensi. Semua perusahaan di dunia wajar melakukan efisiensi. Pertamina juga kerap melakukan pemotongan mata rantai sebagai upaya efisiensi karena nilai-nilai itu yang kerap kita lakukan," ujar Wianda di Subang, Kamis (2/4/2015).

Menurut Wianda, pihaknya selalu berkonsultasi dengan pemerintah dalam menentukan harga BBM. Artinya, penentuan harga sebenarnya juga ada campur tangan pemerintah dan tak hanya Pertamina sendirian.

Sementara itu, terkait harga BBM RON 88 di Indonesia lebih mahal dengan RON 92 di Malaysia, dia mengatakan bahwa hal tersebut karena Malaysia bukanlah negara importir BBM dan tingkat konsumsi BBM-nya lebih rendah daripada Indonesia.

"Volume konsumsi BBM masih besar Indonesia. Mereka lebih banyak lakukan ekspor minyak," ucap dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X