Kompas.com - 26/06/2015, 10:41 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) mengendus adanya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan isu waktu inap barang (dwell time) di Pelabuhan Tanjung Priok untuk kepentingan politik.

Akibatnya, bukanya mencari penyelesaiaan masalah, beberapa pihak malah saling tuding siapa yang paling bersalah. "Ini kan di Pelabuhan Tanjung Priok, walaupun yang lain pada latah gitu loh. Itu di Belawan, di Makassar, ribut juga soal dwelling time. Jadi sifatnya politis itu," ujar Ketua II Ginsi Erwin Taufan saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Menurut dia, pelabuhan sulit dilepaskan dari kepentingan politik karena merupakan tempatnya stategis. Bahkan kata Erwin, kerena besarnya kepentingan politik itu, Operator Pelabuhan sampai tak mampu berbuat banyak di pelabuhan.

"Jadi ini bisa enggak pemerintah tegas, disitu kan ada gubernurnya yaitu Otoritas Pelabuhan (OP). Otoritas Pelabuhan diberikan wewenang untuk mengatur itu, bisa enggak? Sama Pelindo II aja kalah. Kenapa kalah? Karena Pelindo punya duit," kata dia.

Ia pun mendukung usulan agar dikeluarkann keputusan presiden (Keppres) terkait penguatan OP. Menurut dia, untuk mengatur 18 kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan di pelabuhan memang dibutuhkan penguatan OP.

"Bisa itu bisa (jadi solusi), tapi orangnya itu harus kuat. Karena di pelabuhan itu tidak terlepas dari politik, dari partai. Kalau enggak di-support orang itu enggak akan mampu, akan kegeser juga oleh kepentingan (politik)," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.