Kompas.com - 07/08/2015, 08:34 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengingatkan bahaya bertambahnya angka pengangguran, terkaitnya pelambatan ekonomi Indonesia. Apindo mengimbau kepada pemerintah agar menaikkan pertumbuhan ekonomi di kuartal berikutnya, dan membuka lapangan pekerjaan yang besar.

"Setiap melambat 1 persen, pengangguran akan bertambah," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Fransiscus Welirang di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (6/8/2015).

Fransiscus memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi di dalam negeri memang masih bagus jika dibandingkan negara lain. Namun jika pertumbuhan ekonomi berada dibawah angka 5 persen, angka pengangguran semakin bertambah

"Meski pertumbuhan ekonomi kita lebih baik dari negara lain tapi tantangan kita itu adalah pengangguran," kata Fransiscus.

Fransiscus menyarankan pemerintah harus menyiapkan sektor industri menolong masyarakat yang akan berkurang daya belinya. Dalam hal ini produk yang dijual di dalam negeri harus disesuaikan dengan kemampuan masyarakat untuk membeli.

"Solusinya bagaimana dia (sektor industri) hasilkan produk disesuaikan daya beli masyarakat," jelas Fransiscus.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2015 mencapai 4,67 persen. Sedangkan kuartal I 2015 mencapai 4,71 persen atau terjadi penurunan 0,4 persen. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.