Mentan: Lahan Terdampak Puso Capai 25.000 Hektar

Kompas.com - 25/08/2015, 12:40 WIB
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman usai rapat koordinasi tentang antisipasi dampak El Nino, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015). ESTU SURYOWATI/Kompas.comMenteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman usai rapat koordinasi tentang antisipasi dampak El Nino, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015).
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan hingga saat ini jumlah lahan pertanian yang mengalami gagal panen alias puso mencapai 25.000 hektar (ha).

“Puso setiap tahun itu 28.000 tanpa el nino. Sampai hari ini puso kurang lebih 25.000 hektar,” kata Amran ditemui usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Amran menjelaskan, el nino kemungkinan akan melanda area persawahan yang ada di selatan garis khatulistiwa, seperti di Pulau Jawa, Pulau Bali dan Pulau Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, wilayah-wilayah berada di utara garis khatulistiwa diperkirakan relatif aman dari dampak gelombang panas el nino.

“Oleh karena itu kami mengoptimalkan seluruh potensi sawah-persawahan di Kalimantan, Sumatera, kecuali Lampung,” kata Amran.

Diperkirakan ada dua juta ha lahan persawahan yang berpotensi meningkatkan produksi di Sumatera, dan satu ha lahan di Kalimantan. “Ini kita optimalkan. Ada bantuan pompa dan alat mesin pertanian ke daerah tersebut,” ungkap dia.

Selain memberikan bantuan pompa dan alat mesin pertanian, Amran menambahkan pemerintah mengoptimalisasi irigasi 500.000 ha lahan. “Sekarang ini kami mendistribusikan pompa air di daerah yang ada airnya seperti Bengawan Solo dan Sungai Cimanuk, Jawa Barat,” lanjut Amran.

Hingga Agustus 2015, luas lahan persawahan yang sudah dipanen mencapai 10,64 juta ha, atau 76 persen dari total area persawahan yang mencapai 14 juta ha.

Amran memastikan, pemerintah akan menjaga agar sawah yang akan dipanen pada September-Oktober tidak mengalami gagal panen. Diperkirakan luas lahan yang akan dipanen pada periode tersebut mencapai 2,1 juta ha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kurang dari 3 Bulan, Kilang Balikpapan Dua Kali Kebakaran

Kurang dari 3 Bulan, Kilang Balikpapan Dua Kali Kebakaran

Whats New
Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Whats New
Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.