Dongkrak Daya Beli Masyarakat, Harga BBM Turun Pekan Depan

Kompas.com - 02/10/2015, 13:45 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Inilah ikhtiar lanjutan pemerintah untuk mengangkat daya beli masyarakat, yakni harga bahan bakar minyak (BBM) akan diturunkan mulai pekan depan dan bunga kredit perbankan bakal dipangkas. Saat bersamaan, pemerintah akan menggenjot program padat karya yang berpeluang menyedot banyak tenaga kerja.

Agenda tersebut merupakan  hasil rapat kabinet terbatas  yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (2/10/2015) kemarin. Dalam rapat tersebut, Presiden memerintahkan Pertamina agar segera menghitung besaran penurunan harga bensin dan solar. Sebab, masih ada ruang bagi Pertamina untuk menurunkan harga BBM.

Baca juga: Penurunan Harga BBM Ditunggu dalam Paket Ekonomi III

Selain menurunkan harga BBM, bunga kredit bank juga akan diturunkan. Selain mengurangi beban nasabah, saat ini bank di Indonesia juga menikmati margin bunga tertinggi di kawasan ASEAN. "Bank harus efisien supaya bunga kredit turun," kata Presiden, kemarin.

Ihwal program padat karya, belanja dana infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Dana Desa bakal digenjot. Maklum, belanja proyek di Kementerian PU-Pera memasuki lampu kuning. Sejauh ini, porsi anggaran proyek yang sudah digunakan baru mencapai sekitar Rp 47 triliun atau sekitar 40,4 persen dari total anggaran proyek senilai Rp 118 triliun. 

Kendati selama ini cenderung keberatan dengan penurunan harga BBM, Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto berjanji siap melaksanakan titah Presiden. Maklum, versi Pertamina, harga jual premium lebih rendah 2 persen dari harga pasar. Dengan kata lain, Pertamina menjual premium lebih murah 2 persen dari harga pasarnya.

Toh, penurunan harga BBM sudah menjadi perintah Presiden. Untuk menurunkan harga premium dan solar, Pertamina akan menghemat biaya di kilang minyak serta menekan biaya impor BBM.

Menurut Dwi, salah satu langkah efisiensi yang dilakukan Pertamina adalah dengan mengaktifkan proyek Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) atau menaikkan kapasitas kilang Cilacap. Kini, kilang itu berkapasitas 350.000 barrel per hari. Jika mengaktifkan RFCC, beban impor minyak bisa turun sekitar 5 persen.

Pertamina juga akan mengoptimalkan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) untuk  mengurangi kebutuhan impor tahun ini sebesar 10 persen dan 20 persen tahun depan. "Itu signifikan menekan impor solar," kata Dwi.

Soal penurunan bunga kredit, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, salah satu caranya adalah dengan menaikkan efisiensi perbankan. BI pun sudah memiliki rincian biaya yang ditanggung industri perbankan.

Tiga agenda utama yang dirancang pemerintah ini sejalan dengan harapan sejumlah kalangan. Setidaknya, cara ini bisa mengurangi beban masyarakat akibat lesunya ekonomi. (Asep Munazat Zatnika)

baca update: Gubernur BI: Rencana Penurunan Harga BBM Jangan untuk Cari Popularitas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.