Ribuan Pekerja Tuntut RJ Lino dan Rini Soemarno Turun

Kompas.com - 06/10/2015, 13:53 WIB
Para pekerja menuntut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut Pelindo II RJ Lino mundur terkait kisruh JICT Selasa (6/10/2015), di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Antonius GoogiePara pekerja menuntut Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut Pelindo II RJ Lino mundur terkait kisruh JICT Selasa (6/10/2015), di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com — Ribuan pekerja menggelar aksi menuntut Direktur Utama Pelindo RJ Lino dan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Mereka dinilai bertanggung jawab atas kekisruhan Jakarta International Container Terminal (JICT) yang tak kunjung selesai.

Aksi massa yang tergabung dalam Gerakan Nasionalisasi Aset (Ganas) itu dilakukan di depan Gedung Kementerian BUMN, Selasa (6/10/2015).

Pewakilan presidium Ganas, Nova Hakim, menyebutkan tiga hal yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Pertama, Ganas mengecam tindakan RJ Lino yang dituding menjual JICT sebagai gerbang ekonomi nasional karena ini semua telah melanggar undang-undang dan tidak menempatkan kepentingan nasional sebesar-besarnya.

"Ganas menduga JICT diperpanjang dan dijual lebih murah dari tahun 1999 karena banyak kepentingan asing dan mafia yang bermain di istana," ucap Nova.

Kedua, Ganas mengutuk tindakan Rj Lino bersama manajemen JICT yang telah melakukan serangkaian PHK, mutasi puluhan pekerja, dan pemberian ratusan surat peringatan secara masif bagi pekerja JICT yang aktif berserikat dan gencar melakukan penolakan perpanjangan JICT asing.

"Pemerintah serta DPR harus cepat mengambil langkah dengan menghentikan aksi 'union busting' kepada pekerja JICT yang melaksanakan hak kebebasan berserikat," ucapnya.

Ketiga, Ganas juga menyerukan untuk menghapus praktik sistem outsourcing yang masih tumbuh subur di semua BUMN.

Nova mengklaim, aksi ini diikuti oleh 1.500 orang dari 21 organisasi serikat pekerja.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ke Gilimanuk, Menhub Pantau Kesiapan Antisipasi Arus Balik

Ke Gilimanuk, Menhub Pantau Kesiapan Antisipasi Arus Balik

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Whats New
Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

Rilis
10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

Spend Smart
Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Whats New
Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

Rilis
Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Whats New
Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Whats New
Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Rilis
Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Rilis
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

Rilis
Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X