Kompas.com - 27/10/2015, 14:05 WIB
EditorErlangga Djumena
WASHINGTON, KOMPAS.com - Perwakilan Freeport menghadiri pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (US Chamber of Commerce) di Washington DC, Senin (26/10/2015) malam waktu setempat.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani membenarkan ada petinggi Freeport hadir pada acara itu.

"Ada, kan yang hadir semua diundang oleh US Chamber of Commerce sebagian yang sudah dan akan melakukan investasi di Indonesia," kata dia usai acara itu.

Franky mengatakan posisi Indonesia dalam hal ini diundang US Chamber of Commerce. "Tidak ada pembicaraan khusus dengan mereka," tegas Franky.

Ia menambahkan sampai saat ini memang 90 persen investasi AS di Indonesia masih dalam sektor pertambangan dan hanya 10 persen pada sektor industri dan perkebunan.

Oleh karena itu, menurut dia, wajar jika Freeport turut serta dalam acara itu.

Franky menambahkan pada masa mendatang pemerintah justru akan berupaya mendorong investasi yang lebih besar pada sektor energi, termasuk manufaktur.

"Kita juga akan dorong investasi dari AS yang lebih besar di sektor industri kreatif termasuk pengembangan perfilman yang selama ini masih tertutup untuk asing," katanya.

Franky mengaku Indonesia mendapatkan lebih banyak gambaran potensi investor AS dapam konteks industri kreatif.

"Bukan berarti akan kita buka 100 persen tapi potensi dalam negeri akan kita kembangkan. Saya kira cukup banyak yang potensial, salah satunya perusahaan yang memproduksi film Spiderman," kata Franky.

Franky mencatat pertumbuhan investasi AS di Indonesia 23 persen per tahun dengan kontribusi 6 persen dari total investasi asing langsung (FDI), sedangkan total investasi AS dalam lima setengah tahun terakhir adalah 8 miliar dollar AS atau terbesar ketiga setelah Singapura dan Jepang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.