Indonesia Lebih Terbuka pada Investor Asing

Kompas.com - 30/10/2015, 11:12 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berniat membuka lebih lebar sejumlah sektor usaha bagi investasi asing.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hingga 19 Oktober 2015 telah menerima 28 usulan sektor yang akan dibahas dalam revisi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM Yuliot mengatakan, dibukanya sejumlah sektor untuk pemodal asing menjadi salah satu langkah menghadapi tantangan persaingan diantara negara ASEAN.

Hal ini seiring  dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai awal 2016. "Jangan sampai ketika negara lain terbuka, kita malah tutup. Kita hanya akan menjadi pasar saja," ujarnya, Rabu (28/10/2015).

Lewat revisi DNI yang diatur dalam Peraturan Presiden (PP) Nomor 39/2014, pemerintah ingin mendapatkan manfaat dari perdagangan bebas ASEAN.

Bisa bertambah

Yuliot menambahkan, daftar usulan yang masuk ke BKPM masih mungkin bertambah, karena saat ini masih dalam proses inventarisasi dari tiap kementerian.

BKPM akan menerima masukan dari kementerian terkait hingga 2 November 2015. Setelah itu, baru dilakukan pembahasan.

Salah satu kementerian yang sudah mengajukan adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kementerian ini mengusulkan dibukanya bisnis gudang berpendingin (cold storage) hasil laut lebih lebar bagi asing. Saat ini kepemilikan asing di bisnis tersebut maksimal 33 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.