Apakah Menabung Dalam Bentuk Saham Menguntungkan?

Kompas.com - 05/12/2015, 09:05 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi IHSG
EditorBambang Priyo Jatmiko

                                                Oleh Ryan Filbert
                                                  @Ryan Filbert

Pada tanggal 12 November 2015 lalu, Bursa Efek Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan meresmikan kampanye “Yuk! Nabung Saham”. Peresmian kampanye tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Jusuf Kalla.

Meskipun sudah diresmikan, ternyata banyak rekan-rekan saya yang bertanya seperti apa langkah konkret menabung saham? Lalu tentu pertanyaan berikutnya adalah apakah memang menabung saham itu menguntungkan?

Apakah Anda menabung uang di bank? Bila ya, sebenarnya sama saja dengan menabung saham. Anda bebas menabung di bank dengan nominal yang Anda tentukan sendiri, sementara dalam menabung saham Anda tidak menabung dalam bentuk uang melainkan tabungan uang Anda dikonversikan menjadi saham tertentu.

Terdapat begitu banyak bank untuk menabung uang dan setiap bank memiliki promosi serta keunggulan masing-masing, bukan?

Demikian juga dengan menabung saham. Anda juga dibebaskan untuk memilih saham apa yang akan ditabung.

Setidaknya terdapat 529 saham per November 2015 di Bursa Efek Indonesia dan Anda bebas menentukan saham manakah yang ingin dijadikan alat untuk menabung.

Memilih saham sedikit berbeda dengan memilih bank. Karena kita harus memilih perusahaan yang terdaftar dan tidak perusahaan yang terdaftar di bursa memiliki saham yang berperforma bagus.

Sehingga, kita perlu memilih perusahaan yang baik untuk bisa dimiliki dan dibeli sahamnya sebagai tabungan saham kita.

Jadi, bagaimana dengan keuntungan dalam menabung saham? Caranya sangat mudah.

Misalnya kita sepakat untuk menabung saham sebanyak 1 lot bernilai 500 lembar, maka setiap bulan kita membeli sebuah saham dengan banyaknya adalah 1 lot. Di sini 1 lot dianggap sama dengan 500 lembar meskipun saat ini 1 lot 100 lembar karena 10 tahun yang lalu pecahan saham di Bursa Efek Indonesia adalah 500 lembar per lot.

Dalam 10 tahun terakhir bila kita berinvestasi (menabung saham) dengan membeli 1 lot tiap awal bulan, maka hingga November 2015 kita akan mendapatkan pertumbuhan dana dari tabungan saham sebagai berikut:

Nama Saham

Menabung

Hasil

UNTR

923,002,147

1,092,000,000

ASII

2,720,100,000

3,495,000,000

JSMR

250,385,000

298,800,000

UNVR

1,019,137,500

2,220,000,000

BBRI

433,987,500

621,000,000

KLBF

105,442,500

85,200,000

BSDE

47,938,239

71,200,000

 

Misalnya Anda membeli saham United Tractor (UNTR) selama 10 tahun (120 bulan) di mana setiap bulan membeli 1 lot maka Anda membutuhkan dana total sebesar 923 juta dan hasil yang kita dapatkan adalah Rp 1.093.000.000.

Atau hanya sebesar 18 persen dalam 10 tahun. Ini adalah kondisi aktual di mana Anda juga perlu mengetahui bahwa di tahun 2015 saham di Indonesia sedang mengalami penurunan, dimana inilah grafik harga dari saham UNTR:

ist Pergerakan saham UNTR
 

Menarik menurut saya, karena dengan berinvestasi di saham, tanpa Anda perlu memahami naik dan turunnya pasar secara spesifik pun, ternyata Anda mendapatkan keuntungan sebesar 18 persen pada saat pasar mengalami penurunan!

Tak hanya sampai di situ. Anda juga mendapatkan pembagian keuntungan perusahaan atau dividen sebesar Rp 199.000.000 dari saham UNVR yang Anda miliki di luar keuntungan 18 persen yang telah kita perhitungkan!

Bagaimana bila Anda memiliki saham UNTR dan dalam kondisi pasar mengalami kenaikan terus menerus?

Coba Anda lihat hasil investasi dari saham UNVR selama 10 tahun, menarik bukan?
Selamat menabung saham!

Salam investasi untuk Indonesia!

 

Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksa dana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis, hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain:Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi, dan Hidden Profit from The Stock Market, Bandarmology , dan Rich Investor from Growing Investment.
Di tahun 2015 Ryan Filbert menerbitkan 2 judul buku terbarunya berjudul Passive Income Strategy dan Gold Trading Revolution. Ryan Filbert juga sering memberikan edukasi dan seminar baik secara independen maupun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X