Sektor Makanan, Sektor yang Paling Banyak Dilirik Investor

Kompas.com - 31/12/2015, 06:46 WIB
Kepala BKPM, Franky Sibarani Ambaranie Nadia K.MKepala BKPM, Franky Sibarani
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sektor makanan mendominasi rencana investasi di sektor manufaktur yang masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2015.

Hal itu terlihat dari pengajuan izin prinsip di sektor makanan periode 1 Januari-28 Desember 2015 sebesar Rp 184,92 triliun atau 32,31 persen dari total keseluruhan rencana investasi di sektor manufaktur yang masuk sepanjang periode tersebut sebesar Rp 572,29 triliun.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, rencana investasi sektor makanan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 326 persen. Rencana investasi tersebut terdiri dari PMDN sebesar Rp 21,19 Triliun dan PMA sebesar Rp 163,73 Triliun.

Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan sektor makanan dan minuman masih akan menjadi penggerak pertumbuhan sektor manufaktur dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, kenaikan rencana investasi sektor makanan juga mengindikasikan upaya pemerintah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dalam menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai menampakkan hasil.

“Dalam menghadapi pemberlakuan MEA, pemerintah berusaha agar Indonesia menjadi basis produksi dan tidak hanya sebagai pasar bagi produk ASEAN lainnya. Rencana investasi ini merupakan langkah awal,” jelas Franky dalam keterangan resminya, Rabu petang (30/12/2015).

BKPM mencatat, dari total rencana investasi sektor manufaktur yang masuk ke BKPM periode 1 Januari-28 Desember 2015 sebesar Rp 572,29 triliun.

Jumlah itu terdiri PMDN sebesar Rp 228,83 triliun atau 40 persen dan PMA sebesar Rp 343,45 triliun atau 60 persen dari keseluruhan rencana investasi di sektor manufaktur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.