Kompas.com - 04/01/2016, 14:41 WIB
Wisman di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/7/2013). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAWisman di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/7/2013).
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah bencana alam yang terjadi, seperti erupsi Gunung Sinabung, dan Gunung Anak Rinjani, dan aktivitas lain sepanjang 2015 ini tidak menyurutkan animo wisatawan mancanegara menikmati keindahan alam Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi kenaikan kunjungan wisman sebesar 3,23 persen, sebelas bulan tahun 2015 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, hingga November 2015 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 8,795 juta pengunjung. Angka ini naik 3,23 persen dibandingkan kunjungan Januari-November 2014.

Sementara itu, kunjungan wisman pada bulan November 2015 saja tercatat sebanyak 777.500 orang. Angka ini naik 1,7 persen dibandingkan November 2014 yang sebanyak 764.500 orang.

"Tetapi jika dibandingkan Oktober 2015, terjadi penurunan sebesar 5,85 persen. Pada bulan Oktober 2015, kunjungan wisman sebanyak 825.800 orang," kata Suryamin dalam paparan, Senin (4/1/2016).

Penurunan drastis kunjungan wisman Oktober ke November 2015 disebabkan lantaran sejumlah bencana gunung berapi. Meski begitu, secara total kunjungan wisman tetap meningkat dibandingkan tahun 2014.

"Akibat letusan Gunung Anak Rinjani kemarin, ada beberapa penerbangan dari Australia yang ditangguhkan. Mudah-mudahan yang kemarin ditangguhkan bisa masuk ke Desember," ucap Suryamin.

Dari enam pintu masuk utama, penurunan jumlah kunjungan sangat terasa di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Kunjungan wisman melalui Ngurah Rai mengalami penurunan sebesar 28,5 persen dibandingkan Oktober 2015 (mtm), dan jika dibandingkan November 2014 (yoy) terjadi penurunan sebesar 10,78 persen.

"Ini yang menyebabkan penurunan tajam November 2015. Karena wisman yang masuk ke Ngurah Rai ada sebanyak 33,7 persen dari total kunjungan," jelas Suryamin.

Adapun kunjungan wisman dari pintu Bandara Kualanamu pada November 2015 terjadi peningkatan 14,43 persen (mtm) tapi terjadi penurunan 29,08 persen (yoy). Pada pintu masuk Batam terjadi peningkatan 1 persen (mtm) dan 1,2 persen (yoy).

Suryamin menambahkan, di pintu Bandara Internasional Soekarno-Hatta terjadi peningkatan sebesar 9,64 persen (mtm), dan 20,15 persen (yoy). Sementara itu, dari pintu Husein Sastranegara terjadi kenaikan drastis seiring selesainya landasan pacu, sebesar 38,5 persen (mtm), namun secara year on year terjadi penurunan 10,16 persen.

"Dari pintu masuk Juanda terjadi peningkatan kunjungan wisman, 11,6 persen (yoy) dan kenaikan 29,4 persen (mtm)," ucap Suryamin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Rilis
Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Whats New
Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Whats New
BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

Whats New
Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Earn Smart
Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Whats New
Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Whats New
Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Rilis
Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Whats New
Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Whats New
 Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Spend Smart
Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Whats New
Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Whats New
Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

Whats New
Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.