Rini: Soal Jaminan Kereta Cepat, Saya Keterluan Kalau Tak Bisa Jaga Komitmen BUMN

Kompas.com - 30/01/2016, 22:47 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno KOMPAS.com/Achmad FaizalMenteri BUMN Rini Soemarno
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno menjamin, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak akan melanggar komitmen bahwa pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tanpa jaminan dari pemerintah dan tanpa dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Rini mengatakan, 60 persen saham perusahaan patungan dengan China tersebut, dimiliki oleh konsorsium BUMN Indonesia. Sementara, konsorsium perusahaan pelat merah China menguasai saham 40 persen.

"Sejak awal kita sudah komit, sejak awal proyek ini tidak ada jaminan dari pemerintah, dan tidak ada pendanaan dari APBN. Dan itu kita komit. Saya sebagai Menteri BUMN keterlaluan kalau tidak bisa menjaga perusahaan BUMN tetap komit terhadap itu," kata Rini, di Jakarta, Sabtu (30/1/2016).

Rini mengatakan, meskipun tidak meminta jaminan untuk pembiayaan, akan tetapi sebagai investor PT KCIC tetap membutuhkan kepastian dalam hal konsesi.

"Jadi yang diminta adalah jaminan kalau kita dikasih hak konsesi 50 tahun," kata dia.

Rini menyampaikan, investor kereta cepat Jakarta-Bandung khawatir apabila komitmen konsesi berubah dari 50 tahun menjadi 30 tahun, hal ini bisa mengganggu pengembalian hutang ke kreditur.

"Hanya ingin itu jaminannya," kata Rini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X