Kompas.com - 01/02/2016, 10:20 WIB
Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Grogol, Jakarta Barat, sudah berjualan kembali seperti biasa setelah melaksanakan mogok jualan pada Minggu (9/8/2015) sampai Rabu (12/8/2015). KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraSejumlah pedagang daging sapi di Pasar Grogol, Jakarta Barat, sudah berjualan kembali seperti biasa setelah melaksanakan mogok jualan pada Minggu (9/8/2015) sampai Rabu (12/8/2015).
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com — Harga daging sapi di Jakarta dan sekitarnya kembali melonjak. Demikian diungkapkan Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang, Senin (1/2/2016).

"Seusai tenang beberapa saat, harga daging sapi tiba-tiba naik melampaui daya beli masyarakat yang mencapai di kisaran Rp 120.000 sampai Rp 140.000 per kilogramnya," ujar dia melalui siaran persnya.

Awalnya, Sarman mengira kenaikan harga itu disebabkan beban PPn 10 persen pemerintah terhadap sapi potong. Namun, kebijakan itu rupanya hanya seumur jagung sebab Menteri Koordinator Perekonomian membatalkannya.

Setelah ditelisik, lanjut Sarman, naiknya harga daging sapi lebih disebabkan oleh munculnya ketakutan pasar terhadap ketersediaan daging sapi. Stok yang ada diperkirakan tidak akan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

"Jadi, penyebabnya adalah murni hukum pasar soal supply dan demand," ujar Sarman.

Sarman melanjutkan, jika stok daging sapi itu melimpah, pasar tak akan khawatir dan harga pun tidak akan bergejolak. Terlebih lagi, gejolak ini terjadi pada bulan Januari 2016, bukan pada saat hari raya keagamaan tertentu.

Sarman menyebut, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan seharusnya memiliki strategi agar gejolak harga daging sapi tak terulang lagi. Terlebih lagi, Presiden Joko Widodo telah berpesan agar harga daging sapi setidaknya sama dengan harga daging sapi di negara tetangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap terjadi gejolak harga daging sapi, upaya yang dilakukan bersifat sementara, misalnya operasi pasar. Ini sangat tidak efektif," kata dia.

Baca juga: Mendag: PPn untuk Daging Sapi Seperti Penghinaan



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X