Kompas.com - 09/02/2016, 21:46 WIB
Mentri Tenaga Kerja, Hanif Dzakiri. Kompas.Com/slamet priyatin K9-11Mentri Tenaga Kerja, Hanif Dzakiri. Kompas.Com/slamet priyatin
|
EditorM Fajar Marta
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan data terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan yang hingga mencapai 10.000 orang bukan data yang valid.

Alasannya, hingga kini pihaknya belum menerima laporan secara resmi terkait gelombang PHK tersebut.

Hanif mengungkapkan, PHK dalam sektor ketenagakerjaan sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi, selama ada alasan yang kuat.

"Prinsip PHK itu, pasti ada. Tapi lapangan pekerja dan penyerapan itu lebih banyak dari PHK-nya. Kalau ada yang bilang ada PHK maka sini bawa ke saya untuk diklarifikasi, by name by address," kata Hanif di kantornya, Selasa (9/2/2016).

Menurut Hanif, pemerintah akan mendorong agar perusahaan-perusahaan di dalam negeri menjadikan PHK sebagai opsi atau pilihan terakhir.

Namun demikian, apabila perusahaan terpaksa harus melakukan PHK, maka sebaiknya terlebih dahulu dirundingkan dengan serikat pekerja atau pekerja yang bersangkutan.

"Kalau sudah ada kesepakatan dengan serikat pekerjanya maka kemudian PHK boleh dilakukan. Kemudian haknya harus dipenuhi sesuai dengan aturan dan kesepakatan dengan serikat pekerjanya," jelas Hanif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menuturkan, jika pengurangan tenaga kerja dilakukan sebagai bagian dari aksi korporasi sebuah perusahaan, maka pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa.

"Pengurangan tenaga kerja akibat aksi korporasi pasti terjadi, karena perusahaan pasti berkembang, mereka pakai mesin dan lain-lain. Tapi tugas pemerintah adalah terus memastikan terbukanya lapangan kerja dan terus ada penyerapan tenaga kerja," ujar Franky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masih Melemah, Simak Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Masih Melemah, Simak Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Earn Smart
Sebelum Tukar Dollar AS, Intip Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Sebelum Tukar Dollar AS, Intip Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Spend Smart
Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah di BPN Terbaru

Prosedur dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah di BPN Terbaru

Spend Smart
Biaya dan Syarat Membuat SKCK Terbaru di 2021

Biaya dan Syarat Membuat SKCK Terbaru di 2021

Work Smart
Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Pastikan Operasional Penerbangan Normal

Erupsi Gunung Semeru, Kemenhub Pastikan Operasional Penerbangan Normal

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
IHSG dan Rupiah Awal Sesi Masih Merah

IHSG dan Rupiah Awal Sesi Masih Merah

Whats New
Simak Rincian Harga Emas Antam Terkini

Simak Rincian Harga Emas Antam Terkini

Whats New
Borong 179,3 Juta Saham, Presdir OASA Kuasai 75 Persen Saham Perusahaan

Borong 179,3 Juta Saham, Presdir OASA Kuasai 75 Persen Saham Perusahaan

Whats New
Tingkatkan Multiplier Effect Sektor Hulu Migas, SKK Migas Luncurkan Buku Data Kemampuan Nasional Industri Penunjang Migas

Tingkatkan Multiplier Effect Sektor Hulu Migas, SKK Migas Luncurkan Buku Data Kemampuan Nasional Industri Penunjang Migas

BrandzView
Agenda Penting 9th MM CPOPC 2021, dari Perluasan Keanggotaan hingga Kesejahteraan Petani Sawit

Agenda Penting 9th MM CPOPC 2021, dari Perluasan Keanggotaan hingga Kesejahteraan Petani Sawit

Rilis
Mengenal Konsep “Membeli Murah dan Menjual Mahal” dalam Trading Forex

Mengenal Konsep “Membeli Murah dan Menjual Mahal” dalam Trading Forex

Earn Smart
Berapa Pinjaman China yang Ditanggung RI dalam Proyek Kereta Cepat?

Berapa Pinjaman China yang Ditanggung RI dalam Proyek Kereta Cepat?

Whats New
 Dukung Vaksinasi dan Terapkan Prokes Ketat, Cara Gojek Lindungi Mitra Driver serta Pengguna Layanan

Dukung Vaksinasi dan Terapkan Prokes Ketat, Cara Gojek Lindungi Mitra Driver serta Pengguna Layanan

BrandzView
Diklaim Milik China, Natuna Simpan Cadangan Gas Raksasa

Diklaim Milik China, Natuna Simpan Cadangan Gas Raksasa

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.