OJK dan Jepang Sepakati Kerja Sama Pembiayaan Infrastruktur

Kompas.com - 23/04/2016, 14:30 WIB
Primus Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Japan Financial Services Authority (JFSA) sepakat untuk meningkatkan kerjasama pada bidang pembiayaan infrastruktur jangka panjang di Indonesia.

Kesepakatan ini termasuk pula pembiayaan melalui keuangan syariah. Kesepakatan itu lahir dalam pertemuan bilateral OJK dan JFSA di Tokyo pada Kamis, 21 April lalu. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat pembangunan infrastruktur akan dilakukan pada sektor pariwisata, energi, industri kreatif, dan berbagai sektor lainnya.

Selain itu, OJK dan JFSA juga setuju untuk bekerja sama dalam hal sharing knowledge mengenai regulasi Financial Technology (FinTech). Sebagaimana diketahui, Jepang telah lebih dahulu membuat peraturan mengenai FinTech.

(Baca: OJK Berencana Atur "Startup" Bidang "Fintech")

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Komisioner JFSA Nobuchika Mori  yang didampingi Wakil Komisioner Hubungan Internasional Ryozo Himino.

Dalam keterangan resmi, Sabtu (23/4/2016), dijelaskan bahwa OJK dan JFSA pada 29 Oktober 2014 sudah menjalin kesepakatan dalam bentuk pertukaran surat kerjasama untuk bekerja sama dalam beberapa area di bidang pertukaran informasi, pengkajian, pengembangan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan di sektor jasa keuangan kedua negara.

Adapun dalam seminar keuangan syariah yang diselenggarakan oleh Japan FSA ini, hadir para pelaku industri jasa keuangan di Jepang, dengan pembicara seminar dari OJK dan pelaku industri keuangan syariah dari Indonesia.



EditorAprillia Ika

Close Ads X