Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Tantangan Pengembangan Pariwisata Indonesia Memanfaatkan Penerbangan

Kompas.com - 09/05/2016, 16:21 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Menyedot 20 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia pada 2020 menjadi tantangan tersendiri. Salah satunya, saat pengembangan pariwisata memanfaatkan penerbangan.

Catatan Boston Consulting Group (BGC) pada Sabtu pekan lalu menunjukkan bahwa Indonesia masih kehilangan kesempatan meraup hingga 13 juta penumpang tanpa mendarat. Pasalnya, para penumpang asing itu justru memanfaatkan bandar udara negeri tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Lantaran itulah, sebagaimana pandangan Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) II Budi Karya Sumadi, Indonesia membutuhkan bandar udara yang berfungsi sebagai tempat transit. Pilihannya adalah Terminal 3 Ultimate di kawasan Bandar Udara Soekarno-Hatta, Banten. "Potensi Terminal 3 Ultimate sebagai bandara transit bagus," kata Budi Karya Sumadi.

Catatan terkini AP II menunjukkan, Bandar Udara Soekarno-Hatta hanya berhubungan dengan maksimal 35 kota. Sementara, Bandar Udara Kuala Lumpur milik Malaysia dan Changi milik Singapura jauh melampaui Indonesia. Bandara Udara Kuala Lumpur mencatatkan hubungan dengan 70 kota.

Akal halnya Changi, bandar udara ini bahkan mengungguli Soekarno-Hatta dan Kuala Lumpur. Changi sudah menghubungkan hingga 100 kota.

Kompas.com/ Yoga Sukmana Interior bandara soekarno hatta terminal 3 ultimate

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+