Kompas.com - 13/05/2016, 11:15 WIB
Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga didampingi Walikota Bogor Bima Arya dan Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan menyaksikan pemberian penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk Kopersi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama sebagai koperasi pertama melakukan RAT secara elektronik di Indonesia, di Kota Bogor, Sabtu (23/4/2016). PRMMenteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga didampingi Walikota Bogor Bima Arya dan Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan menyaksikan pemberian penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk Kopersi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama sebagai koperasi pertama melakukan RAT secara elektronik di Indonesia, di Kota Bogor, Sabtu (23/4/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memperkuat peran petugas penyuluh koperasi dan UMKM di lapangan serta memaksimalkan kegiatan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UKM.

"Petugas pendamping dan penyuluh memiliki peran strategis. Pendamping tidak cukup di PLUT tapi harus 'jemput bola' dan bersentuhan langsung dengan masyarakat," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram. 

Dia menyampaikan hal ini dalam acara Pembinaan Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL), Tenaga Pendamping UMKM dan Konsultan Pendamping PLUT di Provinsi Banten, Kamis (12/5/2016).

Agus Muharram meminta seluruh PPKL untuk lebih intensif dalam melakukan pembinaan terhadap koperasi dan UMKM di wilayahnya masing-masing. 

"Kendala umum yang dihadapi pelaku KUMKM adalah aspek permodalan. Setelah teratasi masalah modal, nanti kendala pemasaran, packaging dan setelah ada kompetitor dari produk sejenis dibutuhkan upaya peningkatan daya saing," ujar Agus.

Sedangkan untuk memaksimalkan peran dan keberadaan PLUT di daerah, dia meminta agar jajaran Dinas Koperasi dan pengelola PLUT untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.

Misalnya kerja sama dengan PT Telkom untuk mendukung kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dapat terus ditingkatkan.

Harapannya, kata dia, para petugas pendamping dan penyuluh memiliki kemampuan IT yang bisa diandalkan. Untuk selanjutnya, dikembangkan penggunaan IT bagi KUMKM.

"Kami juga sudah ada kerjasama dengan Kadin Indonesia. Nanti Kadin bisa berbagi pengalaman dan pelatihan di PLUT. Jadi, banyak yang bisa dikerjakan ke depan dan benar-benar memberikan manfaat sangat besar bagi pelaku usaha," katanya.

Kompas TV Rencana Diskon Pajak Untuk UKM



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X