Ikuti Instruksi Presiden, Kementan Potong Anggaran Rp 3,92 Triliun

Kompas.com - 08/06/2016, 18:48 WIB
Mentan Amran Sulaiman saat mengahadiri Diskusi Kesiapan Bahan Pokok Menjelang Hari Raya, di Hotel Santika, Jakarta, (2/6/2016) Ahmad FauziMentan Amran Sulaiman saat mengahadiri Diskusi Kesiapan Bahan Pokok Menjelang Hari Raya, di Hotel Santika, Jakarta, (2/6/2016)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian melakukan rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) dalam APBNP 2016.

Rapat kerja ini dipimpin oleh Edhy Prabowo dan dihadiri 26 anggota komisi IV DPR.

Dalam paparannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementerian Pertanian melakukan pememotongan anggaran sebesar Rp 3,92 Triliun.

"Dengan pemotongan anggaran tersebut maka anggaran belanja Kementerian Pertanian tahun 2016 menurun," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan rapat kerja Komisi IV, di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Dengan adanya pemotongan anggaran tersebut maka anggaran belanja Kementerian Pertanian tahun 2016 menurun dari sebelumnya Rp 31,51 Triliun menjadi Rp 27,58 Triliun.

Adapun rincian pemotongan anggaran belenja Kementerian pertanian sebagai berikut Setjen sebesar Rp 38,3 miliar, Ditjen Tanaman Pangan sebesar Rp 1,07 triliun, Ditjen Holtikultura sebesar Rp 112 miliar, Ditjen Perkebunan Rp 747 miliar, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sebesar Rp 800 miliar, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp 992,20 miliar, Badan Litbang Pertanian Rp 50 miliar, Badan PPSDMP Rp 50 miliar, Badan Ketahanan Pangan Rp 25 miliar, Badan Karantina Pertanian Rp 40 miliar.

Amran menambahkan, penghematan anggaran tentunya memberikan dampak pada kegiatan dan target yang ditetapkan pada TA 2016 seperti penurunan target sasaran nasional, penurunan output kegiatan, dan penundaan pelaksanaan kegiatan khususnya pada satker yang mengalami proses penghematan.

"Beberapa target prioritas yang sudah menjadi komitmen Nawa Cita dan belum dapat dilaksanakan pada TA 2016 akibat pemotongan akan kami geser pada TA 2017. Hal ini akan menimbulkan konsekuensi meningkatkan target output 2017," jelas Amran.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X