Kerja Sama Petani Jagung dan Pengusaha Diharapkan Membentuk Sistem Pasar Baru

Kompas.com - 16/07/2016, 14:30 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di Kabupaten Jepara Jawa Tengah, Kamis (14/7/2016). Pramdia Arhando JuliantoMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di Kabupaten Jepara Jawa Tengah, Kamis (14/7/2016).
|
EditorAprillia Ika

MOJOKERTO, KOMPAS.com -Kerja sama antara petani jagung dengan perusahaan pakan ternak dan dengan perusahaan penyedia benih digarapkan bisa membentuk sistem pasar baru. Sebab, kerja sama seperti ini memotong rantai pasok dan menguntungkan petani.

"Terbentuk pasar baru, sistem baru, petaninya sejahtera," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri acara panen raya jagung di Kabupaten Mojokerto, Jumat (15/7/2016).

Dalam kesempatan sama, Mentan juga menyaksikan kerja sama kemitraan antara PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dengan petani jagung binaan PT BISI International, perusahaan benih untuk tanaman pangan dan holtikultura.

Menurut Mentan, dengan adanya kerja sama itu harga jagung di tingkat petani cukup baik karena langsung dibeli oleh perusahaan pakan ternak.

"Harga Rp 3.450 per kilogram yang dulu Rp 1.200 per kilogram di petani. Dan itu yang langsung membeli adalah perusahaan pakan," tutur Mentan.

Menurut Mentan, kedepan program kerja sama ini akan diperluas, dalam rangka menerapkan sistem pasar baru.

"Pengusaha memberi pinjaman kepada petani benih, pupuk, dan herbisida. Mengambil alih peran Pemerintah yang sebelumnya memberikan bantuan. Dan ini yang kami harapkan," kata dia.

"Jadi pemerintah cuma trigger. Setelah bergerak, kami lepas. Mereka transaksi sendiri. Ini lah yang kami harapkan," jelas Mentan. 

Penghasilan Petani vs Bupati

Mentan menilai, bila kerja sama antara pengusaha dan petani terus berjalan secara konsisten maka akan menguntungkan petani, peternak, dan pengusaha itu sendiri.

"Coba hitung 1 hektare kali 8 ton (estimasi produksi). Lalu 8 ton kali Rp 3.450 per kilogram jadi 27,6 juta. Coba, biayanya kan dibantu Pemerintah. Katakanlah biayanya 20 juta, bagi 3. Hasilnya 7 juta? Lebih tinggi dari gaji bupati. Petaninya sudah untung, peternaknya untung, pengusahanya untung. Ayam juga jangan jatuh terlalu jauh. Ini yang kami kejar," terangnya.

Sementara itu, CPI sendiri telah berkomitmen untuk membeli seluruh hasil panenan petani program kemitraan binaan BISI. Seluruh hasil panenan jagung akan dibeli oleh CPI sesuai dengan harga referensi (HPP) dari Pemerintah.

Di 2016 BISI siap untuk memperluas area program kemitraan dengan petani binaan sebesar 100.000 hektare yang tersebar dari Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan Sulawesi Selatan.

Dari rencana luasan lahan kemitraan jagung 100.000 hektare di tahun 2016 ini, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah utama tujuan program tersebut.

Kompas TV Barang Konsumsi Mulai Dominasi Impor Indonesia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X