Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cermati Keuntungan dan Kerugian KPR Tenor Panjang

Kompas.com - 07/08/2016, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Isyarat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang perpanjangan tenor kredit kepemilikan rumah merupakan berita yang cukup menggembirakan.

Terutama, bagi masyarakat yang ingin segera memiliki rumah idaman namun memiliki kendala seperti penghasilan yang pas-pasan.

Misalnya, untuk produk KPR yang dulunya hanya memiliki tenor 20 tahun, sekarang bisa diperpanjang menjadi 30 tahun.

Tenor KPR 30 tahun bisa menjadi solusi yang cukup melegakan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan minim untuk bisa lebih mengoptimalkan manajemen keuangan mereka sembari tetap bisa konsisten untuk melunasi kredit kepemilikan rumah.

Salah satu manfaat nyata dari perpanjangan tenor adalah berkurangnya jumlah cicilan per-bulan, walaupun konsekuensi yang dihadapi nasabah adalah meningkatnya total bunga yang harus dibayarkan.

Kadang untuk memikirkan hal tersebut kita berada dalam kondisi yang dilematis, mau memilih tenor pendek atau panjang.

Untuk itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas keuntungan serta kerugian dengan mengambil KPR tenor panjang sekaligus sebagai bahan perbandingan seandainya kita memilih KPR tenor pendek. Berikut ini ulasannya:

Keuntungan KPR Tenor Panjang

Selain angsuran lebih ringan, KPR dengan tenor panjang memiliki keuntungan seperti berikut ini:

1.    Bisa lebih leluasa dalam mengatur keuangan
KPR tenor panjang ini sangat sesuai untuk para pekerja dengan pola penghasilan rutin atau bulanan. Pekerja yang memiliki pola penghasilan seperti ini diantaranya adalah pekerja pabrik, kantoran, dan PNS.

Meskipun penghasilan mereka banyak yang pas-pasan namun bisa untuk mengambil KPR dengan jangka waktu di atas 15 tahun.

Tenor panjang ini akan memberikan ruang yang cukup lapang dalam mengatur keuangan untuk berbagai macam kebutuhan sembari tetap bisa konsisten membayar cicilan KPR. Ingat, KPR tenor panjang menuntut kedisiplinan yang tinggi.

2.    Cicilan bulanan lebih ringan
KPR tenor panjang, tak lain merupakan bagian dari strategi bank dalam menggaet kalangan dengan penghasilan rata-rata agar bisa menikmati produk KPR tersebut.

Walaupun sebenarnya tenor panjang memiliki resiko kredit macet lebih besar dibandingkan dengan tenor pendek.

Misalnya saja, kita ambil salah satu bank yang memiliki produk KPR dengan jangka hingga 30 tahun yaitu Bank BII.

Selama 10 tahun pertama pihak bank menetapkan bunga tetap atau fixed rate dengan persentase 12,75 persen.

Untuk tahun berikutnya bank menerapkan sistem floating rate atau bunga mengambang. Ini sangat ideal bagi para kalangan pekerja.

Kerugian KPR Tenor Panjang

Di satu sisi KPR tenor panjang memang menjadi angin segar, namun jika diteliti lebih jauh lagi KPR tenor panjang juga memiliki kelemahan.

Pertama yang harus diperhatikan adalah sisi biaya.

Kedua adalah kesiapan mental dan finasial dari debitur yang mungkin saja berubah di tengah-tengah perjalanan.

Ketiga adalah risiko perubahan iklim ekonomi makro yang bisa saja berubah dalam jangka panjang.

1.    Beban psikologis
Secara psikologis, kebanyakan orang jika mempunyai utang pasti ingin segera melunasinya. Hal ini tentunya akan sangat berbeda dengan KPR jangka panjang. Perlu adanya kesiapan fisik dan mental.

Meskipun anda sudah menyadari  akan hutang jangka panjang tersebut, belum tentu anda siap menanggung beban psikologis tersebut.

Menurut para pakar ekonomi sebenarnya, beban psikologis ini sesungguhnya tidak diperlukan dan jangan menganggap bahwa hutang berarti beban yang memberatkan keuangan keluarga.

Dengan perencanaan keuangan yang baik hutang seharusnya menjadi solusi bukan malah menjadi beban.

2.    Beban biaya yang semakin besar
Dengan bertambahnya tenor kredit berarti akan menambah beban biaya terutama bunga yang harus dibayar setiap bulan. Hal ini berlaku terhadap jenis kredit apapun termasuk KPR.

Hal ini belum lagi jika ditambah dengan biaya uang muka dan lain sebagainya. Sebagai ilustrasi, anda membeli rumah melalui KPR seharga Rp 500 juta dengan tenor 5 tahun tentu saja memiliki bunga yang lebih rendah jika dibandingkan dengan masa tenor 10 tahun atau lebih.

3.    Perubahan iklim makro ekonomi  jangka panjang
Yang termasuk dalam risiko ini adalah jika terjadi krisis moneter atau kondisi perekonomian negara yang tidak stabil yang mengakibatkan PHK atau lonjakan bunga KPR.

Jika ini terjadi maka sangat memungkinkan bagi nasabah untuk mengalami kredit macet.

Kompas TV REI Keluhkan Tingginya Uang Muka KPR
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Gairahkan Kreativitas Anak Bangsa, Bank Mandiri Gelar Gala Fashion Night: Wanita Indonesia Mandiri

Gairahkan Kreativitas Anak Bangsa, Bank Mandiri Gelar Gala Fashion Night: Wanita Indonesia Mandiri

Whats New
Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama, Chatib Basri: Berikan Kejelasan Kepada Pasar

Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama, Chatib Basri: Berikan Kejelasan Kepada Pasar

Whats New
Wanti-wanti IMF Terhadap APBN Pemerintahan Baru

Wanti-wanti IMF Terhadap APBN Pemerintahan Baru

Whats New
Harga Emas di Pegadaian 25 Juni 2024

Harga Emas di Pegadaian 25 Juni 2024

Spend Smart
Rupiah Menguat, Simak Kurs Dollar AS di BCA hingga BNI

Rupiah Menguat, Simak Kurs Dollar AS di BCA hingga BNI

Whats New
IHSG Awal Sesi Melemah, Rupiah Lanjut Menguat

IHSG Awal Sesi Melemah, Rupiah Lanjut Menguat

Whats New
Naik Rp 8.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Selasa 25 Juni 2024,

Naik Rp 8.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Terbaru Selasa 25 Juni 2024,

Spend Smart
Bahan Pokok Selasa 25 Juni 2024: Harga Telur Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Bahan Pokok Selasa 25 Juni 2024: Harga Telur Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Whats New
Lowongan Kerja PNM Grup, Terbuka untuk 'Fresh Graduate'

Lowongan Kerja PNM Grup, Terbuka untuk "Fresh Graduate"

Work Smart
IHSG Masih 'Sideways', Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Masih "Sideways", Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran 5,1 Persen

Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Awal Pemerintahan Prabowo-Gibran 5,1 Persen

Whats New
Pajak untuk Subsidi Pendidikan dan Kesehatan

Pajak untuk Subsidi Pendidikan dan Kesehatan

Whats New
Wall Street Mayoritas Merah, Dow Jones Malah Melaju 260 Poin

Wall Street Mayoritas Merah, Dow Jones Malah Melaju 260 Poin

Whats New
Kala Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama Jawab Kekhawatiran Investor

Kala Sri Mulyani, Airlangga, dan Tim Prabowo Tampil Bersama Jawab Kekhawatiran Investor

Whats New
[POPULER MONEY] Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Capai Rp 71 Triliun | Anggaran Negara Catat Defisit Pertama

[POPULER MONEY] Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Capai Rp 71 Triliun | Anggaran Negara Catat Defisit Pertama

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com