Susi: Rajungan Tangkapan Nelayan Lampung Kerap Dirampas

Kompas.com - 23/08/2016, 16:11 WIB
Menteri Kalautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya, jakarta, Kamis (4/8/2016) Yoga Sukmana/Kompas.comMenteri Kalautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya, jakarta, Kamis (4/8/2016)
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiatuti mengungkapkan, telah terjadi perampasan rajungan hasil tangkapan nelayan di perairan Lampung.

Menurut Susi, dirinya mendapat laporan dari sekitar 400 nelayan Lampung terkait hal itu. Perampasan tersebut kerap terjadi dalam tiga bulan terakhir.

Tercatat sudah lebih dari 86 kali perampasan terjadi dengan ancaman senjata pistol dan pisau, serta pelaku yang mengenakan topeng.

"Jadi, intinya, hari ini mereka (nelayan) melaporkan kejadian perampasan dan memohon perlindungan kepada KKP, untuk diteruskan kepada pihak berwajib," ujar Susi dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Susi menuturkan, rajungan hasil tangkapan nelayan yang dirampas rata-rata sebanyak 1-2 ton dengan nilai sebesar Rp 25 juta per kapal.

Lokasi-lokasi yang menjadi tempat perampasan di sekitar Pulau Sabira, Pulau Kelapa, lalu masuk hingga ke pesisir Lampung.

Untuk menelusuri kejadian tersebut, Susi telah perintahkan direktur jenderal terkait agar berkoordinasi dengan pihak keamanan dan terjun langsung ke perairan Lampung pada besok pagi.

"KKP menyarankan agar nelayan aktif berkoordinasi dengan pihak pemda sehingga lancar dalam melakukan aktivitas," pungkas dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X