Semester I 2016, Uber Rugi Rp 15,8 Triliun

Kompas.com - 26/08/2016, 06:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

NEW YORK, KOMPAS.com - Perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Uber Technologies Inc menderita kerugian sebesar 1,27 miliar dollar AS atau sekira Rp 15,8 triliun pada semester I 2016.

Kerugian tersebut terjadi selama dua kuartal berturut-turut dan trennya meningkat. Mengutip Bloomberg, Jumat (26/8/2016), Uber merugi sekitar 520 juta dollar AS atau sekira Rp 6,8 triliun sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

Adapun kerugian meningkat pada kuartal II 2016, yakni mencapai 750 juta dollar AS atau setara Rp 9,9 triliun.

Menurut informasi yang diterima dalam paparan dari Kepala Keuangan Uber Gautam Gupta, kerugian secara global mayoritas disebabkan subsidi yang harus dibayarkan kepada pengemudi.

Namun, pihak Uber enggan berkomentar.

"Kita tidak akan menemukan banyak perusahaan teknologi yang bisa merugi sebanyak dan secepat ini," kata Aswath Damodaran, profesor bisnis dari New York University.

Nilai pemesanan tumbuh secara bombastis dari kuartal I ke kuartal II 2016, yakni dari sekitar 3,8 miliar dollar AS menjadi lebih dari 5 miliar dollar AS. Sementara itu, pendapatan bersih meningkat 18 persen dari 960 juta dollar AS menjadi 1,1 miliar dollar AS pada kuartal II 2016.

Uber mengalami kerugian dari kuartal satu ke kuartal berikutnya. Contoh saja, pada tahun 2015, Uber merugi setidaknya 2 miliar dollar AS sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

Dengan demikian, selama 7 tahun berdiri, Uber sudah mengalami kerugian setidaknya sebesar 4 miliar dollar AS.

"Sangat jarang bagi perusahaan untuk kehilangan uang dalam jumlah besar sejalan dengan upaya mereka untuk membangun pasar secara signfikan dan bersaing merebut pangsa pasar. Tantangan yang menarik adalah mengubah kerugian menjadi untung dan dengan arus kas yang positif," ungkap Joe Grundfest, profesor hukum dan bisnis dari Stanford University.

Kompas TV Uber Optimalkan Layanan Berbagi Kendaraan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sangat Ambisius

Sri Mulyani Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sangat Ambisius

Whats New
Volume Transaksi QRIS Bank Mandiri Tembus Rp 2,6 Triliun hingga Oktober 2022

Volume Transaksi QRIS Bank Mandiri Tembus Rp 2,6 Triliun hingga Oktober 2022

Whats New
BI Bakal Gandeng 5 Negara ASEAN Permudah Sistem Pembayaran Antar Negara

BI Bakal Gandeng 5 Negara ASEAN Permudah Sistem Pembayaran Antar Negara

Whats New
Kisah Sukses Seduh Pertama, Bisnis Teh Artisan yang Mekar Saat Pandemi

Kisah Sukses Seduh Pertama, Bisnis Teh Artisan yang Mekar Saat Pandemi

Smartpreneur
Jokowi Sebut Banyak Negara Tergantung dengan Indonesia

Jokowi Sebut Banyak Negara Tergantung dengan Indonesia

Whats New
Gelar Temu Bisnis dengan BUMN, Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi TKDN

Gelar Temu Bisnis dengan BUMN, Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi TKDN

Whats New
Pengelola Cinema XXI Dikabarkan Akan Melantai di Bursa Efek Indonesia, Incar Dana Rp 17,05 Triliun

Pengelola Cinema XXI Dikabarkan Akan Melantai di Bursa Efek Indonesia, Incar Dana Rp 17,05 Triliun

Whats New
Cara Sunday Insurtech Bikin Premi Asuransi Kendaraan Listrik Tetap Kompetitif

Cara Sunday Insurtech Bikin Premi Asuransi Kendaraan Listrik Tetap Kompetitif

Whats New
Kunjungi Pabrik Kapal Korea, Menaker Bahas Peluang Kerja bagi WNI

Kunjungi Pabrik Kapal Korea, Menaker Bahas Peluang Kerja bagi WNI

Whats New
Kriteria Saham yang Masuk ke Papan Ekonomi Baru

Kriteria Saham yang Masuk ke Papan Ekonomi Baru

Whats New
Jokowi: Saya Tidak Ingin Sampaikan Hal yang Bikin Pesimis, Harus Optimis

Jokowi: Saya Tidak Ingin Sampaikan Hal yang Bikin Pesimis, Harus Optimis

Whats New
Ini Salah Satu Penyebab 'Startup' Lakukan PHK Massal

Ini Salah Satu Penyebab "Startup" Lakukan PHK Massal

Whats New
Pengembang Kepulauan Widi Sebut Tujuan Lelang Hanya untuk Cari Investor

Pengembang Kepulauan Widi Sebut Tujuan Lelang Hanya untuk Cari Investor

Whats New
Jokowi: 60 Persen Kendaraan Listrik Dunia Akan Ketergantungan dengan Baterai Buatan Indonesia

Jokowi: 60 Persen Kendaraan Listrik Dunia Akan Ketergantungan dengan Baterai Buatan Indonesia

Whats New
Pertagas Gandeng Petronas Salurkan Gas ke Kilang LPG Gresik

Pertagas Gandeng Petronas Salurkan Gas ke Kilang LPG Gresik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.