Sri Mulyani: Tak Perlu Ajukan R-APBNP Baru untuk Pemotongan Anggaran

Kompas.com - 30/08/2016, 19:40 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/8/2016). Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.comMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/8/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah tidak perlu mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (R-APBNP) yang baru untuk melakukan pemotongan anggaran sebesar Rp 133 triliun.

Pernyataan Sri Mulyani itu menanggapi permintaan DPR yang menginginkan pemerintah membuat R-APBNP baru sebelum melakukan pemotongan anggaran.

Sebelumnya, DPR menilai APBNP 2016 merupakan produk undang-undang sehingga proses perubahannya pun harus melalui mekanisme perundangan.

"Saat memotong anggaran kami sudah pertimbangkan aspek hukum. Jadi Undang-undang APBN 2016 di pasal 26, pemerintah diberikan kemungkinan untuk melakukan penyesuaian," ujar Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Dia menambahkan, dalam implementasi APBNP 2016, pemerintah berkonsultasi dengan DPR sehingga aspek hukum dalam setiap pengambilan kebijakan selalu dipertimbangkan.

"Jadi semuanya sudah kami konsultasikan dan kami rasa persoalan hukum terkait pemotongan anggaran ini sudah selesai," lanjut Sri Mulyani.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon beberapa waktu lalu mengatakan, semestinya pemerintah tidak asal melakukan pemotongan anggaran tanpa berkonsultasi dengan DPR. Sebab, APBN sebelumnya disetujui oleh DPR dalam bentuk undang-undang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pernyataan Fadli itu menanggapi upaya pemerintah yang memangkas anggaran sebesar Rp 133 triliun secara langsung tanpa persetujuan DPR.

"Pemerintah harus ajukan R-APBNP dulu. Tidak bisa pemerintah seenaknya memotong anggaran karena ini bentuknya undang-undang. Beda sama penghematan yang terjadi saat masa realisasi," papar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Kompas TV Pemangkasan Anggaran Tekan Pertumbuhan Ekonomi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.