Mentan: Tertinggi di Dunia, Lonjakan Nilai Ketahanan Pangan Indonesia

Kompas.com - 06/09/2016, 11:15 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (16/8/2016). KOMPAS.com/Pramdia Arhando JuliantoMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (16/8/2016).
|
EditorPalupi Annisa Auliani


JAMBI, KOMPAS.com
—Lompatan nilai ketahanan pangan Indonesia disebut paling tinggi sedunia. Klaim tersebut merujuk data yang dilansir Economist Intelegent Unit.

"Score changed kita 2,7 dan menjadi yang tertinggi di dunia," tegas Menteri Pertanian Andi Amran Suaiman di Kota Jambi, Jambi, Senin (5/9/2016).

Data tersebut diungkapkan Amran saat memberikan pengarahan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Budidaya Jenuh Air (BJA) antara pemerintah provinsi Jambi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi.

Menurut Amran, data tersebut didapatkan dari peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai. Untuk padi, sebut dia, produksi saat ini adalah yang tertinggi selama 10 tahun.

“Stok beras kita hari ini 2,1 juta sampai 2,2 juta ton, cukup sampai Mei (2017). Kita pun mudah-mudahan tidak impor beras lagi," tegas Amran.

Selain beras, tutur Amran, ketahanan pangan Indonesia juga tergambar dari ketersediaan bawang merah. Menurut dia, Indonesia sekarang sudah tak impor bawang merah lagi.

“Tahun lalu ekspor bawang kita naik 90 persen dan impor bawang turun 70 persen. Tahun ini kita tekankan agar tidak ada impor bawang lagi, bahkan nilai ekspor bawang lebih tinggi dari tahun lalu, “ papar Amran.

Amran menyampaikan, capaian lompatan ketahanan pangan ini merupkan buah kerja dari banyak pihak, tak hanya jajaran Kementerian Pertanian.

“Ini semua karena kerja keras semua elemen bangsa, mulai dari TNI, polisi, kejaksaan, pengadilan, dimotori oleh pak Gubernur, kemudian ditopang oleh para rektor dan komisi IV DPR yang menyetujui anggaran,” kata Amran.

Bila kondisi ini berkelanjutan, lanjut Amran, bisa jadi pada 30 tahun mendatang, atau bahkan pada 10-15 tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

“Kami sudah membuat grand design dengan melibatkan pakar-pakar, rektor, praktisi, dan ahli dari seluruh indonesia untuk terlibat mewujudkan hal tersebut, “ imbuh Amran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.