Menhub Akui "Dwelling Time" di Pelabuhan Indonesia Masih Lambat

Kompas.com - 13/09/2016, 15:50 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui waktu bongkar muatan barang atau dwelling time pada pelabuhan di Indonesia masih mengalami perlambatan.

Dia mencatat, beberapa pelabuhan besar yang waktu bongkar muatan barangnya masih mengalami perlambatan.

Misalnya, pada Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan dwelling time enam hari. Lalu di Pelabuhan Belawan, Medan, terjadi dwelling time lebih dari enam hari.

"Ini masih memprihatikan. Itu juga adanya pihak-pihak yang belum konsisten untuk melayani satu atap," ujar Budi saat ditemui di Terminal Petikemas Kalibaru, Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Dia mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah untuk mempercepat waktu bongkar muat barang. Salah satunya, dengan menyiapkan tim untuk memantau proses bongkar muat barang di pelabuhan-pelabuhan.

Budi tidak secara memberitahukan secara rinci tugas yang dilakukan tim tersebut. Setelah membentuk tim, Kemenhub akan meminta koordinator, apakah dati pihak Bea Cukai atau lainnya, untuk melakukan kordinasi.

"Kalau satu ini (koordinator) setuju semuanya harus setuju. Mereka (tim) selalu harus ada disini," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo marah atas durasi bongkar muat barang di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara. Menurut Presiden, dwelling time di pelabuhan tersebut masih jauh dari harapan.

"Di Belawan masih tujuh, delapan hari. Mau bersaing kayak apa kita kalau masih tujuh, delapan hari, coba?" ujar Presiden.

(Baca: Jokowi Marah soal "Dwelling Time", Mendag Salahkan Importir yang Tak Disiplin)

Kompas TV Jokowi Ancam Percepatan Bongkar Muat Kapal
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.