Adakan Rakor, Menteri Luhut Siapkan Langkah Atasi Masalah "Dwell Time"

Kompas.com - 20/09/2016, 20:13 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Pandjaitan, di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jakarta, Selasa (20/9/2016). Achmad FauziMenteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Pandjaitan, di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jakarta, Selasa (20/9/2016).
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Pandjaitan mengadakan rapat koordinasi (rakor) membahas permasalahan waktu bongkar muat kapal barang atau dwell time di beberapa pelabuhan Indonesia.

"Kami sinkronisasikan semua kementerian dan lembaga supaya proses dwell time seperti permintaan presiden di bawah tiga hari," ujar Luhut saat ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Luhut menuturkan, dalam sinkronisasi tersebut terdapat langkah-langkah yang akan mempercepat proses dwell time.

Salah satunya, mengintegrasikan semua kementerian dan lembaga dalam satu sistem elektronik. 

Artinya, dalam koordinasi, pelaksanaan dwell time akan dilakukan secara online. Jadinya tidak ada kontak personal antara petugas dalam melaksanakan dwell time. Ini dilakukan juga untuk mengurangi persekongkolan antara petugas.

Plt Menteri ESDM ini juga mengatakan, dirinya akan mengecek langsung pelaksanaan dwell time di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 3-4 Oktober 2016.

"Pelabuhan besar itu kita harapkan bisa terintegrasi dengan satu sistem. Apalagi Kementerian Kominfo sudah terlibat, akan semakin baik," kata dia.

Hadir dalam rakor tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, serta Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X