Bunga Kredit Bank Jateng Diturunkan Menjadi di Bawah 10 Persen

Kompas.com - 07/10/2016, 17:33 WIB
Gerakan suku bunga rendah dilauncing di Jawa Tengah, Jumat (7/10/2016) Kontributor Semarang, Nazar NurdinGerakan suku bunga rendah dilauncing di Jawa Tengah, Jumat (7/10/2016)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SEMARANG, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng menurunkan bunga kredit bagi para nasabahnya menjadi sigle digit atau di bawah 10 persen.

Para nasabah lama yang biasanya membayar suku bunga 11,5 persen hingga 15 persen, diturunkan menjadi 9,45 persen.

Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah Supriyatno mengatakan, penurunan bunga kredit dilakukan melalui program Suku Bungan Rendah (Subure).

Penurunan bunga memberi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya, sehingga bisa membantu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

"Pendapatan kami memang turun, tapi lewat bunga, UMKM bisa meningkatkan bisnis dan tenaga kerja. Ini mengurangi pengangguran," kata Supriatno, di sela peluncuran program "Subure" di Semarang, Jumat (7/10/2016).

Nasabah yang dikurangi bunganya adalah mereka yang berusaha dengan plafon kredit di bawah Rp 5 miliar dan telah berusaha selama 5 tahun. Dalam program ini, ada 100 nasabah yang langsung diturunkan bunga pembayarannya. "Ini reward bagi usaha yang lama, kita pilih," imbuhnya.

Sementara itu seorang pengusaha indekos, Widi mengatakan, dari bunga pinjaman yang sebelumnya 11 persen, kini menjadi di bawah 10 persen.

Seorang pengusaha indekos dan usaha cuci motor juga menerima pengurangan bunga yang sama. Ia pun bisa mengembangkan usahanya serta bisa menampung para pemuda yang menganggur untuk ikut bekerja bersamanya.

"Saya usaha Katering, utang Rp 500 juta untuk bangun dapur. Saya baru dapat pengurangan bunga menjadi 9,45 persen," timpal salah satu pengusaha UMKM.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan program Subure di Jateng tidak terlalu buruk, karena investasi cukup banyak. Hingga triwulan II, perekonomian tumbuh 5,75 persen, dan inflasi 2,71 persen.

Ia menegaskan bahwa bunga ringan progran Presiden dimulai dari Jateng. "Saya harap Bank Jateng kembali ke sebagai bank pembangunan . Berubah dari bank jaga Warung, nasabah datang sendiri. Ini harus berubah mencari dan merawat nasabah," tambah Ganjar.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional Jawa Tengah Panca Hadi menambahkan, gerakan Subure perlu disosialisasikan lebih seksama. Ia juga minta kepada Gubernur sebagai pemegang saham untuk mendorong bank Jateng dikenali warganya.

"Saya survei lokal di pegawai, yang punya rekening punya rekening bank Jateng punya satu meha. Harus punya sense (rasa) memiliki harus ada. Kami minta agar disosialisasi di kampung-kampung," tambah Panca.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X