KOMPAS.com - Sejumlah grup investor, dan kebanyakan investor asing, memperkarakan Toshiba Corp di pengadilan Tokyo. Mereka mencari kompensasi sebesar 16,7 miliar yen atau setara 162,3 juta dollar AS akibat kerugian yang mereka derita.
Kerugian para investor ini akibat terbongkarnya skandal akuntansi di perusahaan raksasa Jepang ini, senilai lebih dari 1,3 miliar dollar AS.
Dalam pernyataan resminya, Kamis, Toshiba mengatakan bahwa 45 pemegang saham mencari kompensasi atas praktik "akuntansi yang tidak patut" oleh Toshiba. Perusahaan bersiap membayarnya menggunakan provisi.
Seperti diketahui, Toshba adalah perusahaan raksasa Jepang yang lini produk dan usahanya sangat luas. Merek Toshiba terukir dari mulai produk laptop hingga nuklir.
Perusahaan ini sudah dilaporkan ke pengadilan dan dituntut oleh sekitar 15 grup dan individual sejak pertama kali mengakui adanya kesalahan perhitungan akuntansi, yang dilakukan sejak 2008.
Salah satu lembaga yang menuntut Toshiba adalah lembaga pensiun Jepang, GPIF. Lembaga ini bahkan memiliki saham di Toshiba untuk mendorong return-nya.
Pelaporan oleh sejumlah investor di Kamis tersebut merupakan jumlah tuntutan terbesar. Sebelumnya, semua tuntutan kompensasi ke Toshiba jumlahnya hanya 15,3 miliar yen saja.
Skandal Perusahaan Jepang
Sejumlah perusahaan jepang ternama lain mengalami kasus serupa. Misalnya saja Olympus, pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daichi dengan operator Tokyo Electric Power Co (Tepco).
Pemegang saham Tepco pada 2012 lalu menuntut kerugian sebesar 5,5 triliun yen. Mereka menuduh direksi Tepco mengabaikan sejumlah peringatan bahaya tsunami yang membuat PLTN tersebut rusak berat saat terjadi gempa besar. Kasus ini masih berjalan di pengadilan.
Lalu di 2008, ada kasus dimana lima eksekutif perusahaan Janome Sewing Machine Co diputuskan pengadilan untuk membayar kompensasi ke perusahaan sebesar 58,3 miliar. Pembayaran kompensasi tersebut merupakan yang terbesar saat itu.
(Baca: Skandal Efisiensi BBM Terbongkar, Saham Mitsubishi Terjun Bebas 20 Persen)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.