Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Gas Industri Turun pada Awal 2017

Kompas.com - 09/11/2016, 16:13 WIB
Pramdia Arhando Julianto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, pembahasan harga gas industri akan rampung November ini dan implementasinya akan dilakukan pada awal tahun 2017.

"Intinya insya Allah semua sesuai dengan target. Awal tahun bisa bergerak. Untuk yang belum selesai dibahas, akan diselesaikan minggu depan," ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Untuk saat ini, yang telah disepakati adalah tiga sektor industri yang mendapatkan harga gas kompetitif, yaitu industri pupuk, baja, dan petrokimia.

Sementara itu, sektor industri lainnya masih dalam pembahasan lebih lanjut oleh tim teknis yang dibuat pemerintah dan akan selesai satu minggu hingga 10 hari ke depan.

"Yang sudah sepaham pokoknya tiga dari 11 sektor. Tim teknis akan segera bekerja. Tim ini dari Dirjen Perindustrian, dari ESDM, deputi BUMN, dan juga nanti dari keuangan. Target kerja seminggu sampai 10 hari," katanya.

Airlangga menjelaskan, penurunan harga gas industri akan memiliki dampak berganda pada perekonomian di Indonesia.

"Nanti kita lihat sektornya karena ini terkait devisa, employment, dan terkait penciptaan pertumbuhan industri. Apalagi Bapak Presiden (Joko Widodo) dalam rapat kabinet menargetkan 5,5 dollar AS per Million Metric British Thermal Unit (MMbtu) pada 2018," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga gas industri diturunkan hingga di bawah 6 dollar AS per MMbtu dan Presiden menargetkan deadline penurunan harga itu pada November 2016.

Dari data Kemenperin saat ini, harga gas industri di Indonesia rata-rata 8-10 dollar AS per Million Metric British Thermal Unit (MMbtu), lebih mahal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN.

Harga gas industri di Singapura sekitar 4-5 dollar AS per MMbtu, Malaysia 4,47 dollar AS per MMbtu, Filipina 5,43 dollar AS per MMbtu, dan Vietnam sekitar 7,5 dollar AS per MMbtu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com