Belum Ada Titik Temu Akuisisi Pertamina Geothermal Energy oleh PLN

Kompas.com - 10/11/2016, 15:22 WIB
Proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Unit III dan IV milik PT Pertamina Geothermal Energy di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Senin (17/8/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINProyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Unit III dan IV milik PT Pertamina Geothermal Energy di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Senin (17/8/2015).
|
EditorM Fajar Marta

DEPOK, KOMPAS.com - Rencana akuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero), oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) belum menemukan titik temu.

"Kita (pihak yang terlibat) belum menemukan (kesepakatan), masih ingin berdiskusi," kata Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro singkat, di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/11/2016).

Aloysius mengatakan, saat ini masing-masing pihak tengah melakukan valuasi dan uji untas (due dilligence). Proses akuisisi dipastikan akan berjalan ketika kedua belah pihak sudah siap.

"Mudah-mudahan tahun ini sih," kata Aloysius. Ide akuisisi PLN atas PGE ini bermula dari gagasan Menteri BUMN Rini M Soemarno, di awal paruh kedua tahun ini.

Menurut Rini, akuisisi PLN atas PGE dapat mendorong pemanfaatan energi terbarukan khususnya dari panas bumi.

Informasi saja, dalam 70 tahun terakhir, penggunaan panas bumi oleh PLN masih kurang dari 1.600 megawatt (MW). PLN merasa harga uap panas bumi yang ditawarkan PGE masih terlalu mahal.

Sementara itu, Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin akhir pekan lalu menyampaikan, perseroan ingin terus mengembangkan kapasitas pembangkitan panas bumi.

Pada 2019, ditargetkan kapasitas pembangkitan panas bumi mendekati 900 MW. Saat ini kapasitas pembangkitan PGE baru mencapai 437 MW, di antaranya dari Kamojang (235 MW), Ulubelu (110 MW), Lahendong (80 MW), dan Sibayak (12 MW). 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.