BI: Transaksi "Fintech" Indonesia di 2016 Mencapai Rp 188,5 Triliun

Kompas.com - 14/11/2016, 13:23 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Indonesia Fintech Festival and Conference di ICE, Serpong, Tangerang, Selasa (30/8/2016). Andreas Lukas AltobeliPresiden Joko Widodo saat menghadiri Indonesia Fintech Festival and Conference di ICE, Serpong, Tangerang, Selasa (30/8/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memandang penetrasi internet menciptakan perubahah besar dalam pola kehidupan masyarakat.

Tidak hanya terhubung satu sama lain secara instan, penetrasi internet juga mengubah cara masyarakat dalam bertransaksi maupun membelanjakan pendapatannya.

Masyarakat Indonesia pun sudah akrab dengan kegiatan belanja online alias e-commerce. Selain itu, masyarakat juga semakin membutuhkan akses layanan keuangan yang lebih mudah dan terhubung secara personal maupun sosial di dunia maya.

Menurut BI, krisis keuangan global tahun 2008 telah mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap industri keuangan formal. Otoritas juga memperketat rezim lembaga keuangan.

"Kombinasi keduanya kemudian melahirkan teknologi finansial atau financial technology ( fintech)," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo pada acara peresmian BI FinTech Office, Senin (14/11/2016).

Perkembangan fintech yang begitu mengesankan dalam beberapa tahun terakhir, imbuh Agus, berdekatan juga dengan generasi millenium yang tumbuh dewasa dan menjadi pasar yang potensial. Generasi ini begitu dekat dengan teknologi.

Transaksi fintech di Indonesia pun kini sangat besar. Agus menyatakan, transaksi tersebut pada tahun 2016 diperkirakan mencapai 14,5 miliar dollar AS, atau Rp 188,5 triliun (kurs 13.000 per dollar AS).

"Adapun penggunaan terbanyak atau 56 persen adalah berupa kategori satu, atau sistem pembayaran," jelas Agus.

Menurut Agus, kehadiran fintech memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Berbagai aktivitas yang pada beberapa dekade lalu belum terpikirkan oleh masyarakat. 

Seperti, pembayaran melalui ponsel, rekomendasi investasi secara otomatis, hingga akses pembiayaan melalui internet pun kini dapat dilakukan dengan fintech.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Enny V Panggabean menjelaskan, transaksi fintech di Indonesia tahun 2016 tersebut mencakup 0,6 persen dari total transaksi global, yang mencapai 2,55 triliun dollar AS.

"Angka ini diyakini akan terus bertambah," ungkap Enny.(Baca: Bank Indonesia "FinTech Office" Resmi Berdiri)

Kompas TV BI Bentuk "Think Thank" Untuk Industri Fintech

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X