Kompas.com - 01/12/2016, 18:21 WIB
|
EditorJosephus Primus

 

JAKARTA, KOMPAS. com - Menurut riset dari Kementrian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi Game Indonesia (AGI), penguasaan industri game lokal hanya 9,5 persen dari pangsa pasar yang ada. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia mencatat industri game di Tanah Air mengalami pertumbuhan yang mengesankan dengan menembus ranking 17 besar dunia dengan nilai omzet hampir 600 juta dollar AS pada tahun 2016. "Jumlah tersebut mengalami peningkatan hampir 100 persen dibanding tahun sebelumnya yang menghasilkan pendapatan senilai 321 juta dollar AS," ujar Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Kamis (1/12/2016).

Dengan potensi yang besar tersebut, Bekraf tengah melakukan akselerasi untuk meningkatkan kemampuan, kualitas dan animo para developer game lokal agar bisa memanfaatkan potensi pasar yang menjanjikan tersebut.

Adapun pada tahun ini Bekraf resmi menggelar BEKRAF Game Prime 2016 di Balai Kartini, Jakarta. Event yang ke-9 kalinya ini adalah ajang pertemuan para developer game, gamers dan pelaku industri game tanah air maupun manca negara. Agar bisa bersaing, Bekraf menekankan pentingnya konten lokal dalam pengembangan game di tanah air. Sebab, kearifan lokal tersebut akan memudahkan penerimaan para users di Tanah Air. Seperti yang dilakukan oleh kreator Tahu Bulat, Teka Teki Saku. “Pertumbuhan pasar game online di Indonesia di atas 50 perse. Produk game Indonesia yang dapat berjaya di pasar Indonesia adalah yang mengangkat kearifan lokal dan itu sudah dibuktikan oleh beberapa anak bangsa. Saya memimpikan di telepon genggam orang Indonesia akan dipenuhi dengan game karya anak bangsa,” tambah Hari.

Sementara dari sisi regulasi, Bekraf dan AGI mendukung upaya Kominfo dalam menerapkan Game Rating System yang rencananya akan berlaku pada akhir tahun ini. Regulasi ini diharapkan menjadi aturan main yang adil bagi para pelaku industri game .

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.