Pilih Mana, Merenovasi Rumah dengan KPR "Refinancing" atau KTA?

Kompas.com - 03/12/2016, 09:00 WIB
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda memiliki rencana untuk merenovasi tahun depan? Jika kondisi keuanganmu tidak bisa menutup kebutuhan renovasi, langkah yang Anda lakukan tak lain ialah mencari pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Ada dua jenis pinjaman bank yang dapat Anda pilih untuk mendanai kebutuhan renovasi rumah: KPR refinancing dan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Mana pilihan yang paling cocok untuk kebutuhan Anda?

Yuk kenali lebih dalam kedua produk tersebut, termasuk kelebihan dan kekurangan masing-masing!

1. Kredit Agunan Rumah/Refinancing

Jika Anda hendak mengajukan kredit refinancing untuk renovasi rumah, Anda harus menjaminkan rumah yang akan Anda renovasi.

Rata-rata, bank akan memberikan pinjaman hingga 80 persen dari harga taksiran rumah kamu. Penaksiran harga akan dilakukan oleh penaksir atau appraisal yang bekerja sama dengan bank.

Appraisal akan menilai harga pasar dan harga wajar rumah saat itu. Taksiran harga dari appraisal itulah yang menjadi patokan bagi bank dalam memberikan kredit.

Misalnya, bank menaksir harga rumah Anda saat ini adalah Rp 400 juta, maka bank akan memberikan kredit maksimal sebesar 80 persen atau sebesar Rp 320 juta.

Namun, proses yang mesti dilalui hingga pencairan dana cukup lama, bisa mencapai 1 bulan bahkan lebih. Biaya lain yang perlu dikeluarkan juga cukup besar, ada biaya provisi, biaya administrasi, biaya premi asuransi, biaya taksasi agunan, dan biaya notaris.

Sehingga, kredit refinancing ini hanya cocok buat Anda yang hendak meminjam dengan jumlah yang besar, serta tidak membutuhkan dana secara terburu-buru.

Selain itu, Anda tidak dapat mengajukan kredit refinancing atas rumah yang masih dalam proses pembiayaan KPR, karena bank mensyaratkan Anda untuk melampirkan Sertifikat Hak Milik (SHM) bangunan dan tanah. Pemilik rumah yang belum menyelesaikan cicilan KPR-nya tentu belum menerima SHM dari pihak bank.

Apa saja syarat untuk mengajukan kredit refinancing rumah?

Hampir semua bank meminta Anda telah memiliki rekening tabungan di bank tersebut. Kemudian, Anda harus melampirkan KTP, Kartu Keluarga, NPWP, dan slip gaji.

Selain itu, Anda juga perlu untuk melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) renovasi rumah, Sertifikat Hak Milik (SHM) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk renovasi rumah.

Setelah formulir aplikasi lengkap, pihak bank akan segera melakukan survey dan menaksir harga rumah Anda. Hmm…lumayan rumit kan.

2. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Jika Anda membutuhkan dana renovasi secara cepat, dan tanpa perlu menyertakan agunan, mencari pinjaman KTA adalah pilihannya. KTA memang diperuntukan untuk berbagai kebutuhan, dan cukup banyak nasabah menggunakannya untuk renovasi rumah.

Pinjaman KTA dapat menyediakan dana hingga Rp 200 juta, dan prosesnya pun terbilang cepat sekitar 1-2 minggu. Beberapa bank seperti Bank DBS dan Standard Chartered Bank bahkan dapat menyetujui pinjaman dalam waktu 2-3 hari. Ketahui lebih lanjut informasi bunga dan kriteria pinjaman KTA disini.

Bagi Anda yang ingin melakukan renovasi kecil, dan dengan waktu pengerjaan yang singkat, maka pinjaman KTA adalah pilihan yang tepat. Selain itu, KTA juga dapat digunakan apabila kamu membutuhkan dana tambahan akibat kenaikan biaya konstruksi di tengah proyek.

KTA juga masih bisa diberikan kepada naabah yang belum menyelesaikan cicilan KPR dan belum memiliki SHM. Ini salah satu kemudahan KTA.

Adapun kelemahan KTA dibandingkan dengan kredit refinancing ialah dari sisi suku bunganya. Umumnya, bunga KPR refinancing lebih rendah dibandingkan dengan KTA.

Namun, selisih bunga tersebut tentu dapat menjadi lebih kecil apabila Anda mau menegosiasikannya dengan pihak bank.

Semakin baik reputasi kredit yang Anda miliki, Anda bisa meminta keringanan bunga dengan mudah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Spend Smart
Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Spend Smart
Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Rilis
Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Whats New
Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Work Smart
Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Whats New
UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

Smartpreneur
Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Whats New
Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Whats New
Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Whats New
Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.