Tekanan The Fed Diyakini Hanya Jangka Pendek, IHSG Berpotensi Menguat

Kompas.com - 19/12/2016, 07:06 WIB
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Dampak kenaikan suku bunga Federal Reserve terlihat hanya akan memberikan tekanan untuk jangka pendek.

Analis dari Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, bahkan dampak kenaikan Fed Fund Rate juga telah teranulir oleh rilis data perekonomian dalam negeri neraca perdagangan yang menunjukkan kondisi perekonomian masih dalam tahap yang cukup stabil.

"Pola pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan terlihat memiliki kekuatan naik yang cukup besar," kata William melalui keterangan tertulis, Senin (19/12/2016).

IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak di rentang 5.221-5.389. William memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi menguat.

Saham-saham yang bisa dicermati awal pekan ini antara lain BBNI, JSMR, UNVR, PGAS, HMSP, TLKM, SMGR, ADHI, PWON, serta BTPN.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X