Konsumsi Listrik Natal dan Tahun Baru Diprediksi Turun

Kompas.com - 24/12/2016, 14:15 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan Iwan Supriyatna/KOMPAS.comMenteri ESDM Ignasius Jonan
|
EditorTri Wahono

DEPOK, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bersama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman berkunjung ke PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali dalam rangka meninjau kondisi kelistrikan untuk menghadapi peringatan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017.

Sesaat setelah mengunjungi Gardu Induk PLN P2B, Jonan mengatakan, penurunan beban puncak menjadi hal lumrah terjadi saat hari besar nasional.

"Pada saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, serta hari besar lainnya penggunaan listrik memang berkurang khususnya pada perkantoran atau industri. Hal ini mempengaruhi tinggi dan rendahnya beban puncak kelistrikan," ujar Jonan di Depok, Sabtu (24/12/2016).

PLN dalam hal ini sudah memperhitungkan pemakaian listrik pada beban puncak saat peringatan Hari Raya Natal dan Tahun Baru diproyeksikan berkurang 18 hingga 24 persen dibandingkan pada kondisi pemakaian listrik di hari kerja biasa.

Beban puncak saat Natal tahun ini diperkirakan turun sebesar 18 persen, bahkan beban puncak saat pergantian tahun turun lebih besar lagi yakni sebesar 24 persen, dibandingkan dengan beban puncak di bulan Oktober 2016 yang berada pada besaran 25.051 MW (megawatt).

"Kondisi ini terjadi karena pada dua hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik sangat besar dan perkantoran serta pusat-pusat bisnis berhenti beroperasi alias libur," kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka.

Made menjelaskan, berdasarkan kondisi tersebut, pasokan tenaga listrik selama periode Natal dan Tahun Baru kali ini pada sistem kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi cukup.

Artinya beban puncak lebih kecil dari daya mampunya sehingga menghasilkan cadangan listrik (reserve margin) yang cukup besar.

Untuk kondisi kelistrikan di Jawa Bali, saat ini Beban Puncak (BP) mencapai 25.051 MW. Kondisi beban puncak siang hari sebesar 24.134 MW dan Reserve Margin sebesar 32,34 persen. Pada saat malam Natal 2016 diperkirakan beban puncak mencapai 20.386 MW terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Sedangkan beban puncak pada 1 Januari 2017 diperkirakan sebesar 18.903 MW pada pukul 19.00 WIB malam hari. Untuk beban puncak pada 1 Januari 2017 siang, diperkirakan sebesar 16.882 MW terjadi pukul 13.30 WIB.

"PLN memperkirakan secara umum beban puncak kelistrikan Jawa Bali pada tahun 2017 akan mencapai 26.053 MW (tumbuh 4 persen)," pungkas Made.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X