BI Laporkan Pembuat Isu soal Uang NKRI ke Bareskrim Polri

Kompas.com - 28/12/2016, 18:08 WIB
Direktur Departemen Komunikasi Indonesia Arbonas Hutabarat di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (28/12/2016).? Achmad FauziDirektur Departemen Komunikasi Indonesia Arbonas Hutabarat di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (28/12/2016).?
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI), Rabu (28/12/2016), mendatangi kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polisi Republik Indonesia. 

Kedatangan BI untuk melaporkan pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyebar isu uang NKRI tidak dicetak di Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

"BI secara resmi menyampaikan laporan terkait apa yang ada di media sosial mengenai pencetakan uang rupiah," kata Direktur Departemen Komunikasi Indonesia Arbonas Hutabarat di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (28/12/2016).

"Kami tidak bisa menyebutkan (pihak terlapor). Kami sudah sampaikan barang bukti dalam bentuk lembar kertas berfoto yang ada di media sosial," lanjutnya. 

Menurut dia, pihak tersebut telah menuduh BI tidak menugaskan Perum Peruri untuk mencetak uang rupiah, tetapi malah menugaskan perusahaan percetakan asal Kudus, PT Pura Barutama. 

Oleh karena itu, BI dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2006 tentang Perum Peruri.

"Untuk itu, kami menganggap ini sudah mencemarkan nama baik bahwa kami tidak melaksanakan UU," katanya. 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X