Kapolri: Biaya Urus STNK dan BPKB di Indonesia Terendah di Dunia

Kompas.com - 05/01/2017, 09:46 WIB
Loket perpanjangan STNK di Samsat Jakarta Timur. Sabtu (30/4/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusLoket perpanjangan STNK di Samsat Jakarta Timur. Sabtu (30/4/2016)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan rencana kenaikan biaya pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) hingga tiga kali lipat merupakan pertimbangan dari beberapa lembaga terkait.

Rencana kenaikan tersebut akan berlaku mulai 6 Januari mendatang sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016.

Hal itu dinyatakan Tito, seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Kamis (5/1/2017).

Menurut Tito, bukan hanya Polri yang menaikkan harga biaya urus STNK dan BPKB, tetapi juga ada pertimbangan sejumlah lembaga terkait seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Jadi tidak hanya Polri yang menaikkan harga," kata Tito. 

Menurut dia, temuan BPK menganggap harga material STNK dan BPKB sudah naik dibanding lima tahun lalu. 

Kemudian, kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB juga diusulkan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR. Menurut Kapolri, Banggar DPR mengatakan biaya di Indonesia termasuk yang terendah di dunia, sehingga perlu dinaikkan lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait besaran kenaikan yang hingga tiga kali lipat, Kapolri mengatakan kenaikan tarif ini untuk menutupi harga material yang naik, juga untuk meningkatkan pelayanan sistem online untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi, STNK, dan BPKB.

Kapolri menegaskan kenaikan tersebut untuk memberikan sistem pelayanan yang lebih baik kepada warga. Yakni, dengan pemberlakukan sistem online seperti SIM sudah online, STNK online, BPKB online.

"Jadi orang tidak perlu pulang kampung, bisa menghemat. Jadi kami terapkan dengan adanya kenaikan ini bukan hanya untuk kepentingan penghasilan negara tapi juga untuk perbaikan pelayanan kualitas mutu dari SIM, STNK, BPKB," ucap Tito.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X