Kompas.com - 10/01/2017, 12:14 WIB
Ilustrasi. ist.Ilustrasi.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meminta nasabah mewaspadai kejahatan dunia maya atau cyber crime yang kian meningkat.

Praktik kejahatan perbankan yang melibatkan kemajuan teknologi sudah terjadi sejak lama, dimana para pelaku kejahatan tidak pernah kehabisan akal untuk membobol sistem.

“Apabila terjadi pembobolan rekening oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, bukan hanya pemilik rekening saja yang dirugikan, akan tetapi bank juga ikut dirugikan karena membuat kepercayaan nasabah untuk menyimpan uangnya di bank menjadi menurun,” kata Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso dalam keterangan resmi, Selasa (9/1/2017).

Hari menjelaskan, salah satu praktik kejahatan yang melibatkan kecanggihan teknologi yang kerap terjadi dan meresahkan masyarakat, di antaranya pelaku berpura-pura sebagai seseorang dari pihak bank. Pelaku kemudian meminta data-data nasabah dengan berbagai alasan melalui SMS, telepon, atau e-mail.

Hari menyatakan, BRI tidak pernah meminta data pribadi nasabah, termasuk untuk pengkinian data melalui SMS, telepon, e-mail maupun media sosial. Perubahan data pribadi hanya dapat dilakukan melalui kantor BRI terdekat dengan membawa KTP, kartu ATM, dan buku tabungan.

“Dari sisi nasabah, penting untuk mengetahui dan memahami modus operandi seperti ini, sehingga dapat dilakukan upaya preventif agar terhindar dari kejahatan perbankan,” jelas Hari.

BRI, imbuh Hari, melakukan pembaharuan terus-menerus terkait kebijakan keamanan informasi nasabah, sistem dan infrastruktur guna memastikan transaksi dan rekening nasabah aman.

Selain itu, BRI gencar melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai tips bertransaksi yang aman melalui berbagai bentuk sarana komunikasi, seperti melalui media massa, e-mail, dan akun media sosial resmi BRI guna meningkatkan kesadaran nasabah dan memastikan nasabah berhati-hati dalam bertransaksi.

“Kami mengimbau kepada nasabah, apabila ada pihak di luar BRI mencoba melakukan penyalahgunaan atas nama Bank BRI, agar segera menghubungi Kantor Cabang BRI terdekat atau menghubungi call BRI di 14017 untuk melakukan konfirmasi,” tutur Hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.