Tanpa Infrastruktur, Daya Saing Indonesia Stagnan

Kompas.com - 24/01/2017, 19:32 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (27/12/2016) meresmikan tiga proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) milik PT Pertamina (Persero) senilai 532,07 juta dollar AS atau Rp 6,18 triliun. Aprilia Ika/Kompas.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (27/12/2016) meresmikan tiga proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) milik PT Pertamina (Persero) senilai 532,07 juta dollar AS atau Rp 6,18 triliun.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo menggenjot pembangunan berbagai proyek infrastruktur di penjuru Tanah Air.

Presiden Jokowi menilai, tanpa berbagai proyek infrastruktur, maka Indonesia akan tertinggal di tengah persaingan global.

Investment Director Indonesia PT Aberdeen Asset Management Bharat Joshi menuturkan, upaya Presiden tersebut patut diapresiasi.

Ketika Jokowi mulai memerintah pada tahun 2014 silam, sebetulnya ia sangat beruntung. "Harga minyak mentah turun sejak 2014. Presiden Jokowi berupaya mengurangi subsidi energi, diubah ke infrastruktur," ujar Joshi di Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Joshi pun menyoroti keterkaitan erat antara infrastruktur dengan daya saing. Mengutip laporan daya saing global berdasarkan komponen infrastruktur, Indonesia berada pada peringkat 62.

Sementara itu, China, India, dan Brasil masing-masing berada pada peringkat 39, 74, dan 81. Adapun negara-negara yang berada pada perinfkat lima teratas adalah Hongkong, Singapura, Belanda, Uni Emirat Arab, dan Jepang.

Menurut dia, Indonesia, Brasil, dan India memiliki kesempatan yang besar untuk meningkatkan peringkat daya saing berdasarkan komponen infrastruktur.

Ketersediaan infrastruktur di ketiga negara berkembang tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Ia menilai, rendahnya daya saing Indonesia salah satunya disebabkan inefisiensi akibat minimnya infrastruktur.

Sebagai contoh adalah mahalnya biaya transportasi, lamanya masa tunggu barang di pelabuhan, kemacetan lalu lintas, dan permasalahan lainnya.

Pembangunan infrastruktur, ujar Joshi, akan meningkatkan daya saing Indonesia. Bahkan, dirinya optimis peringkat daya saing Indonesia bisa meningkat dari 62 ke kisaran 30 dalam periode sekira setahun dengan pesatnya pembangunan infrastruktur saat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.