IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak Variatif Cenderung Tertekan

Kompas.com - 26/01/2017, 07:30 WIB
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (26/1/2017) diperkirakan bergerak variatif cenderung tertekan, dengan rentang pergerakan 5.248-5.315.

"Saham-saham yang dapat diperhatikan yakni INCO, INTP, KLBF, PGAS, dan SCMA," kata analis dari Reliance Securities Lanjar Nafi, dalam keterangan tertulis, Kamis.

Pada perdagangan kemarin, Rabu (25/1/2017) IHSG ditutup menguat 1,69 poin (0,03 persen) di level 5.293,78 dengan total volume perdagangan yang tinggi.

Saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil (small cap) nampak laris setelah saham-saham grup Bakrie menduduki peringkat atas dalam volume paska-BUMI masuk dalam indeks LQ45.

Indeks sektor industri dasar memimpin penguatan dengan menguat 1,59 persen sedangkan indeks sektor keuangan melemah paling dalam di sebesar -0,42 persen.

Faktor utamanya adalah pertumbuhan pinjaman yang diperkirakan turun menjadi 8,2 persen dari 8,5 persen.

Investor asing pun mulai melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 388,11 miliar, yang menjadi arus masuk terbesar di 2017.

Bursa Asia dan Eropa

Mayoritas bursa di Asia, Rabu kemarin, menguat seiring terkoreksinya aset haven untuk hari kedua.

Data ekspor tahunan bulan Desember naik jauh di atas ekpektasi di level 5,4 persen dari -0,4 persen menjadi pengukur positif upaya Perdana Menteri Shinzo Abe dalam menghidupkan kembali perekonomian Jepang.

Namun pergerakan positif bursa Asia tertahan dengan pelemahan harga minyak yang kehilangan 0,8 persen setelah data industri menunjukan estimasi stok minyak di Amerika Serikat meningkat dan Libya meningkatkan output minyak mentah ke level tertinggi sejak 2014.

Bursa Eropa memperpanjang penguatan ekuitas global dimana sebagian perusahaan tercatat memperoleh pendapatan di atas ekspektasi, hingga mengembalikan optimisme investor dalam pertumbuhan ekonomi di 2017.

“Sentimen ekonomi selanjutnya yang juga akan diperhatikan investor diantaranya survei tingkat kepercayaan investor di Jerman, PDB Inggris, serta tingkat pengangguran di Jepang,” lanjut Lanjar.

Kompas TV Jelang Pelantikan Trump, Harga Emas Masih Tertekan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X