Cegah Kebakaran Hutan, Perusahaan Kertas Ini Siapkan 3 Helikopter

Kompas.com - 30/01/2017, 13:17 WIB
APP Sinar Mas Gunakan Teknologi Pemetaan Cerdas Deteksi  Kebakaran Hutan dan Lahan Pramdia Arhando Julianto/Kompas.comAPP Sinar Mas Gunakan Teknologi Pemetaan Cerdas Deteksi Kebakaran Hutan dan Lahan
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Riau pada 2015 lalu menjadi pelajaran penting bagi perusahaan kertas salah satunya Asia Pulp & Paper (APP) milik grup Sinar Mas.

Oleh karena itu, agar kebakaran tersebut tidak terulang pada tahun ini, Asia Pulp & Paper (APP) menyiapkan tiga helikopter Super Puma agar pemadaman kebakaran bisa cepat dilakukan.

"Tahun ini kami menyewa 3 Super Puma, supaya saat keadaan darurat segera bisa dioperasikan, sehingga kebakaran hutan yang masih kecil nantinya bisa dimatikan dalam keadaan cepat," ujar Direktur Sinarmas Forestry Riau, Edie Haris dalam keterangannya, Senin (30/1/2017).

General Manager Fire Management Sinar Mas Forestry, Sujica W Lusaka menuturkan, total helikopter yang disiapkan pihaknya pada tahun ini berjumlah enam unit. Selain tiga Super Puma, helikopter lainnya yaitu dua unit jenis B3 dan satu unit Bell 412.

Seluruh helikopter tersebut akan beroperasi di wilayah konsesi Sinar Mas Forestry dan mitra APP, seperti di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Pengoperasian helikopter itu pun tergantung kondisi masing-masing area, sesuai panduan sistem peringkat bahaya api (Fire Danger Rating System/FDRS).

Dia menyebutkan nilai investasi untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini, termasuk sewa helikopter yang kontraknya selama tiga tahun sekitar 30 juta dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 390 miliar (asumsi rupiah Rp 13.000 per dollar AS).

Selain menyewa helikopter, APP Sinar Mas bersama mitra pemasoknya juga merancang sebuah sistem yang dinamakan Manajemen Penanggulangan Kebakaran Terintegrasi. Sistem ini terbagi dalam empat pilar utama, yaitu persiapan, deteksi dini, respons cepat, dan pencegahan.

Dalam tahap persiapan, APP membagi menjadi empat langkah, di antaranya sistem komando bencana, membangun ruangan khusus yang disebut situation room center, pemetaan jalur patroli, dan menyiapkan regu pemadam kebakaran (RPK).

Para personel RPK terdiri dari 2.700 anggota terlatih dan bersertifikat yang tersebar di 266 pos pantau. RPK juga dilengkapi dengan 160 unit mobil pemadam kebakaran, 500 unit kendaraan patroli, dan 1.150 pompa air.

Selain itu, APP juga melakukan pencegahan dengan melibatkan masyarakat setempat, khususnya mereka yang tinggal di radius 5 kilometer dari konsesi Sinar Mas Forestry di Riau.

Mereka melakukan sosialisasi ke masyarakat dan bermitra dengan pemerintah daerah soal pencegahan kebakaran hutan.

Sekadar informasi, Super Puma merupakan helikopter pabrikan Airbus Helicopters yang bermarkas di Perancis, dan kemudian dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia di Bandung. Helikopter dengan nomor registrasi PK-DAN ini memiliki kapasitas pengangkut air sampai dengan 4.000 liter.

Kompas TV 2 Perusahaan Jadi Tersangka Kebakaran Hutan Riau
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geser Astra, ARTO Masuk 5 Besar Market Cap

Geser Astra, ARTO Masuk 5 Besar Market Cap

Whats New
Telkom Indonesia Buka Banyak Lowongan Kerja di 2022

Telkom Indonesia Buka Banyak Lowongan Kerja di 2022

Work Smart
Ini Imbal Hasil Sukuk Negara yang Akan Dilelang Pekan Depan

Ini Imbal Hasil Sukuk Negara yang Akan Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
IHSG Ditutup Naik, Saham Big Caps Laris Diborong Asing

IHSG Ditutup Naik, Saham Big Caps Laris Diborong Asing

Whats New
Mulai Berlaku 1 April 2022, Ini Langkah PLN Jelang Pemberlakuan Pajak Karbon

Mulai Berlaku 1 April 2022, Ini Langkah PLN Jelang Pemberlakuan Pajak Karbon

Whats New
Ini Hotline Pengaduan Penjualan Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Ini Hotline Pengaduan Penjualan Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Whats New
Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Whats New
Survei BI: Kredit Perbankan Diprediksi Melambat pada Kuartal I-2022

Survei BI: Kredit Perbankan Diprediksi Melambat pada Kuartal I-2022

Whats New
Mau Mulai Usaha Online? Yuk Simak Cara Jualan di Shopee

Mau Mulai Usaha Online? Yuk Simak Cara Jualan di Shopee

Work Smart
Ini Alasan Alfamart Batasi Pembelian Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Ini Alasan Alfamart Batasi Pembelian Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Minggu Ketiga Januari 2022, Harga Gula Pasir Naik

Minggu Ketiga Januari 2022, Harga Gula Pasir Naik

Spend Smart
Kena Serangan 'Ransomware', Bank Indonesia: Layanan Operasional Tidak Terganggu

Kena Serangan "Ransomware", Bank Indonesia: Layanan Operasional Tidak Terganggu

Whats New
Selain Omicron, Ekonomi RI 2022 Juga Dipengaruhi oleh Kenaikan Tarif Listrik, Elpiji, BBM hingga Cukai Rokok

Selain Omicron, Ekonomi RI 2022 Juga Dipengaruhi oleh Kenaikan Tarif Listrik, Elpiji, BBM hingga Cukai Rokok

Whats New
Lewat 'Tender Offer' Senilai Rp 10,96 Triliun, Jerry Ng Bakal Jadi Pengendali Tak Langsung BFI Finance

Lewat "Tender Offer" Senilai Rp 10,96 Triliun, Jerry Ng Bakal Jadi Pengendali Tak Langsung BFI Finance

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.