Begini Alur Uji Kir Angkutan Kendaraan Bermotor yang Disediakan Swasta

Kompas.com - 14/02/2017, 16:30 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang didampingi oleh Chief Executive Officer (CEO) Hiba Group Jacobus Irawan dalam Peresmian Uji Coba Fasilitas Uji KIR milik HAM di Kantor PT Hibaindo Armada Motor (HAM), Jakarta (14/2/2017) Achmad Fauzi/Kompas.comMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang didampingi oleh Chief Executive Officer (CEO) Hiba Group Jacobus Irawan dalam Peresmian Uji Coba Fasilitas Uji KIR milik HAM di Kantor PT Hibaindo Armada Motor (HAM), Jakarta (14/2/2017)
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah meresmikan fasilitas uji kelaikan angkutan kendaraan bermotor atau kir swasta pertama yang dioperasikan oleh PT Hibaindo Armada Motor (HAM).

Pengoperasian fasilitas Uji kir ini akan diuji coba terlebih dahulu selama tiga bulan. Dalam uji kir ini, HAM dibantu oleh satu orang penyelia dari dinas perhubungan, dua orang penguji dari dinas perhubungan, dan tiga orang penguji dari PT HAM sendiri.

Bagaimanakah alur proses pengujian kir tersebut?

Proses uji kir ini diawali dengan pendaftaran administrasi yang dilakukan pemilik kendaraan di counter service advisor. Pemilik kendaraan juga bisa mendaftar melalui telepon jika berhalangan datang ke counter service advisor.

Kemudian, pemilik kendaraan harus melakukan pembayaran terlebih dahulu. Pembayaran uji kir ini dilakukan melalui Bank DKI.

PT HAM sendiri telah bekerja sama dengan Bank DKI untuk menyediakan loket dan petugas yang berjaga di lokasi uji kir ini. Layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat transaksi pembayaran uji kir.

Setelah proses administrasi selesai, kendaraan akan masuk dalam ruang pengujian untuk pemeriksaan fisik kendaraan. Pemeriksaan kondisi fisik ini mencakup pemeriksaan body, interior kendaraan, dan wiper.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, kendaraan akan melalui pemeriksaan uji emisi atau gas buang. Batas maksimal emisi kendaraan angkutan sebesar 50 persen.

Langkah selanjutnya adalah pengujian load test untuk mengukur beban kendaraan. Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan rem kendaraan untuk mengukir fungsi pengereman.

Kendaraan juga akan melalui tes kecepatan untuk melihat fungsi speedometer. Kemudian, lampu utama kendaraan juga diuji.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X