Kemenhub Keluarkan Adendum Kontrak 1 Proyek LRT Sumsel

Kompas.com - 17/02/2017, 09:46 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meninjau maket kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang, di zona 1 proyek, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (18/8/2016) KOMPAS.com / Estu SuryowatiGubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meninjau maket kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang, di zona 1 proyek, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (18/8/2016)
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian telah melaksanakan penandatangan adendum atau penambahan klausul perjanjian Kontrak 1 proyek kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Sumatera Selatan (Sumsel).

Adendum tersebut ditandatangani oleh pejabat pembuat komitmen pembangunan LRT, Suranto dengan Kepala Divisi 1 PT Wakita Karya Persero, Tbk, Joko Herwanto di Ruang Majapahit, Lantai 2 Gedung Karsa. Kementerian Perhubungan, Kamis (16/2/2017).

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Prasetyo Boeditjahjono menjelaskan, adendum tersebut berisikan nilai pembangunan prasarana LRT di Provinsi Sumatera Selatan, sebesar Rp 10,9 triliun. Saat ini, kata dia, progress pembangunan fisik prasarana LRT Sumatera Selatan telah mencapai 34 persen. 

"Kita optimis akan selesai sesuai target sehingga dapat menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018. Saat ini sedang dilakukan pembangunan jembatan Sungai Musi yang diharapkan dapat selesai pada Desember 2017," ujar Prasetyo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (17/2/2017). 

Prasetyo menuturkan, sebelumnya besaran nilai kontrak awal pembangunan LRT Sumatera Selatan sebesar Rp 12,5 triliun. Namun, setelah evaluasi konsultan SMEC International Pty Ltd menetapkan pengurangan nilai kontrak, sehingga dikeluarkannya adendum. 

"Nilai adendum kontrak tersebut masih dimungkinkan untuk perubahan tambah kurang sesuai prestasi atau kondisi di lapangan. Akhirnya besaran nilai terhadap pembangunan akan dibayarkan setelah mendapat verifikasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," jelasnya. 

Penandatanganan Adendum kontrak, kata dia,  merupakan tindak lanjut dari amanah dari Perpres Nomor 116 Tahun 2015 yang telah diubah dengan Perpres 55 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan, yang menugaskan PT Wakita Karya (Persero) Tbk, sebagai pelaksana pembangunan prasarana.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembangunan LRT Sumatera Selatan dengan total panjang 23,4 km menggunakan lebar jalur 1067 mm. Ruang lingkup pembangunan terdiri dari jalur sebagian besar merupakan jalur layang, 13 stasiun, fasilitas operasi (termasuk 9 gardu listrik) dan 1 depo dengan kapasitas 14 train set masing-masing terdiri dari 3 kereta. 

Adapun masing-masing kapasitas kereta adalah 180-250 penumpang. Untuk pengadaan sarana LRT ditugaskan kepada PT KAI (Persero). 

Pembangunan LRT Sumatera Selatan ini telah dimulai sejak 21 Oktober 2015 dan ditargetkan akan selesai pada 30 Juni 2018 dengan tujuan meningkatkan transportasi perkotaan melalui percepatan waktu tempuh, mengurangi kemacetan serta meningkatkan keselamatan transportasi di Sumatera Selatan.

Kompas TV Pembangunan LRT "Kesandung" Masalah APBD



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X