Kompas.com - 22/02/2017, 11:38 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio di Jakarta, Rabu (22/2/2017). KOMPAS.com/Iwan SupriyatnaDirektur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio di Jakarta, Rabu (22/2/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundur pertemuan dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) terkait pembahasan rencana pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) perusahaan tambang tersebut.

Adapun alasan bursa menunda pertemuan dengan pihak PTFI, mengingat PTFI saat ini belum memiliki direktur utama akibat dari mundurnya Chappy Hakim sebagai orang nomor satu PTFI.

"Tadinya saya bilang, pak saya mau visit, tapi ternyata pak Chappy istirahat, jadi nanti dulu deh," ujar Tito di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Tito pun belum bisa memastikan kapan pihaknya bisa berkunjung ke PTFI guna membahas lebih lanjut terkait rencana PTFI mencatatkan sahamnya di papan BEI.

"Belum tahu kapannya, nanti lah kalau ada yang baru (pengganti Chappy Hakim)," tuturnya.

Seperti diketahui, BEI pernah mewacanakan untuk bertemu pihak PTFI secara formal untuk membahas kelanjutan rencana IPO.

Dalam pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan pembicaraan terkait rencana divestasi 41,64 persen saham Freeport.

Menurut Tito, divestasi melalui bursa efek sebagai salah satu opsi pelepasan saham perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Pasalnya, saham yang dilepas mula-mula ditawarkan ke pemerintah, bisa pusat, provinsi, kabupaten atau kota.

Jika pemerintah tidak mau ambil bagian, maka selanjutnya saham tersebut ditawarkan ke BUMN atau BUMD. Terakhir barulah ditawarkan kepada badan usaha swasta nasional.

Sekadar informasi, tata cara divestasi 41,64 persen saham Freeport tertuang dalam aturan Menteri ESDM nomor 09/2017 tentang tata cara divestasi saham dan penetapan harga divestasi pada kegiatan usaha pertambangan, mineral dan batubara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.