Serikat Pekerja Freeport Laporkan PHK kepada Menteri Ketenagakerjaan

Kompas.com - 27/02/2017, 22:00 WIB
Pemandangan area tambang Grasberg Mine di Kabupaten Mimika, Papua, yang dikelola PT Freeport Indonesia. Lubang menganga sedalam 1 kilometer dan berdiameter sekitar 4 kilometer itu telah dieksploitasi Freeport sejak tahun 1988. Hingga kini, cadangan bijih tambang di Grasberg Mine tersisa sekitar 200 juta ton dan akan benar-benar habis pada 2017. 
KOMPAS/PRASETYO Pemandangan area tambang Grasberg Mine di Kabupaten Mimika, Papua, yang dikelola PT Freeport Indonesia. Lubang menganga sedalam 1 kilometer dan berdiameter sekitar 4 kilometer itu telah dieksploitasi Freeport sejak tahun 1988. Hingga kini, cadangan bijih tambang di Grasberg Mine tersisa sekitar 200 juta ton dan akan benar-benar habis pada 2017.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Serikat pekerja PT Freeport Indonesia menemui Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri untuk melaporkan adanya tenaga kerja Freeport yang dirumahkan dan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satu kontraktor PT Freeport Indonesia, Srikandi Mitra Karya membenarkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut. Ketua Serikat Kerja Pertambangan Srikandi Mitra Karya Indra mengatakan, kontrak kerja sama perusahaan kontraktor dengan PT Freeport Indonesia belum habis masa kontraknya.

Namun, karena ada polemik perizinan PT Freeport dengan pemerintah Indonesia saat ini, pihak Freeport menghentikan produksi dan berimbas pada diberhentikan dan dirumahkannya sebagian karyawan secara sepihak.

"Kondisi kontraktor sekarang, di kami (Srikandi Mitra Karya) 26 orang dirumahkan dan 44 orang diberhentikan. Ini sejak 19 Februari 2019," ujarnya di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (27/2/2017).

Menurut Indra, jika ditotal secara keseluruhan, saat ini sudah 1.200 pekerja dari perusahaan kontraktor yang bekerja sama dengan Freeport, yang diberhentikan dan dirumahkan.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan R Abdullah menjelaskan, maksud kedatangan para serikat pekerja PT Freeport ke Kemenaker adalah audiensi dan menyampaikan laporan yang berkaitan dengan masalah tenaga kerja.

"Kami audiensi dan melaporkan perkembangan berkenaan tenaga kerja akibat tertundanya agreement pemerintah dengan Freeport. Kita ke sini minta solusi alternatif bagi pekerja. Sambil menunggu negosiasi pemerintah dan Freeport selesai," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X