Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Bidang Perdagangan dengan Arab Saudi

Kompas.com - 02/03/2017, 20:29 WIB
Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi saat memberikan keterangan pers di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (28/2/2017). Pertemuan ini untuk membahas kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 mendatang. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIDuta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi saat memberikan keterangan pers di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (28/2/2017). Pertemuan ini untuk membahas kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 mendatang.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia telah mendatangani 11 memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah  Arab Saudi salah satunya peningkatan kerja sama bidang perdagangan. Hal itu dilakukan saat kunjungan kenegaraan oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud ke Indonesia pekan ini.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, kerja sama dengan Arab Saudi lebih kepada peningkatan bidang perdagangan kedua negara dengan mengutamakan potensi masing-masing negara. Menurutnya, Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan kerja sama yang historis dan telah terjalin cukup lama.

"Secara garis besar, kami meningkatkan kerja sama. Lalu kedua sudah diangkat pada tingkat Kepala Negara Pak Presiden bersama Sri Baginda (Raja Arab) untuk kami sepakat membuat joint study sebagai tahap awal preferential trade agreement (PTA) atau free trade agreement (FTA)," jelas Enggar di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Enggar menjelaskan, perjanjian dalam bentuk nota kesepahaman tersebut telah ditandatangani oleh kedua belah pihak di Istana Kepresidenen Bogor kemarin.

"Kami menyepakati ketertinggalan kedua negara dalam hubungan dagang, jadi semacam ada kekosongan dari waktu ke waktu neraca perdagangan kita turun. Walaupun itu disebabkan oleh harga minyak yang turun dan juga kondisi ekonomi global, kita tindak lanjuti baik business to business maupun government to government," jelas Enggar.

Menurutnya, dengan peningkatan kerja sama dalam bidang perdagangan akan semakin membuka jalan Indonesia dalam melakukan ekspor ke Arab Saudi.

"Kita bahkan mulai otomotif, berbagai komoditi yang punya nilai tambah," paparnya.

Berdasarkan data BPS, nilai total perdagangan non-migas Indonesia-Arab Saudi periode 2011-2015 memperlihatkan pertumbuhan positif sebesar 3,89 persen per tahun.

Rata-rata nilai ekspor non-migas Indonesia ke Arab Saudi pada periode 2011-2015 tercatat sebesar 1,83 miliar dollar AS per tahun.

Sementara itu, rata-rata nilai impor non-migas Indonesia dari Arab Saudi tercatat sebesar 921,23 juta dollar AS per tahun pada periode yang sama.

Sementara itu, produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi pada 2015 adalah kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit, tuna, karet dan produk karet, plywood, kertas dan produk kertas, bubur kertas, arang kayu, serta tekstil dan produk tekstil.

Kompas TV Kunjungan Raja Salman membuka banyak peluang bagi kerjasama Indonesia dan Arab Saudi. Apa saja yang bisa dilihat dari pertemuan ini? Untuk membahasnya sudah pengamat politik timur tengah Hasibullah Satrawi dan utusan khusus Presiden RI untuk timur tengah Alwi Shihab.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X